BUMN Diminta Bantu Bangun Kampus Madrasah Mu'allimin Muhammadiyah

Yogi Bayu Aji 06 Desember 2018 12:17 WIB
presiden jokowimuhammadiyah
BUMN Diminta Bantu Bangun Kampus Madrasah Mu'allimin Muhammadiyah
Presiden Jokowi menghadiri Milad 1 Abad Madrasah Muallimin-Muallimat Muhammadiyah di Yogyakarta, Kamis, 6 Desember 2018, Medcom.id - Vicka
Yogyakarta: Presiden Joko Widodo menginstruksikan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno membantu pembangunan Kampus Terpadu Madrasah Mu'allimin Muhammadiyah. Kampus mulai dibangun minggu depan.

"Sudah saya perintahkan ke Menteri BUMN agar secepatnya dimulai. Nanti Bu Menteri perintah lagi ke Dirut (direktur utama BUMN) cepat-cepat," kata Jokowi dalam sambutannya di peringatan seabad Madrasah Mu'allimin-Mu'allimat Muhammadiyah, Yogyakarta, Kamis, 6 Desember 2018.

Jokowi mengaku kagum dengan perkembangan Madrasah Mu'allimin dan Mu'allimat Muhammadiyah. Pada 1929 saja, kata dia, madrasah itu sudah memiliki bangunan yang megah.


"Tahun 1951 lebih megah. Tahun 2008 megah dan modern," jelas dia.

Jokowi bangga kepada Muhammadiyah karena telah banyak melahirkan tokoh-tokoh yang berpengaruh bagi negara. Salah satunya, Anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Ahmad Syafii Maarif hingga Ketua Umum Pimpinan Pusat Aisyiyah Siti Noordjannah Djohantini.

Baca juga: Jokowi Diundang ke Milad Muallimin sebagai Presiden

Dalam kesempatan itu, Syafii Maarif sempat memuji Presiden Joko Widodo. Dia menyebut Jokowi adalah presiden pertama yang mengunjungi Madrasah Mu'allimin-Mu'allimat Muhammadiyah.

Buya Syafii, sapaannya, meyakini Presiden memang peduli terhadap umat Islam. "Kalau ada yang bilang Presiden kurang perhatian ke Islam, hentikanlah," tandas dia.

Di sisi lain, Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir berpesan agar momentum seabad madrasah digunakan sebaik mungkin. Siswa harus mampu bertransformasi.

"Sehingga dari kampus lahir kader bangsa untuk manusia universal yang punya karakter, kata sejalan tindakan. Bukan agama sebagai ritual, aksesori luar, tapi agama yang menjadi keadaban diri sekaligus generasi cerdas berkemajuan," jelas dia.
 



(REN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id