Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati. MI/Rommy Pujianto
Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati. MI/Rommy Pujianto

Dampak La Nina, Curah Hujan di Sejumlah Wilayah Bakal Tak Wajar

Nasional musim hujan bencana alam
Nur Azizah • 13 Oktober 2020 12:46
Jakarta: Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati mengatakan 27,5 persen wilayah di Indonesia akan diguyur hujan dengan intensitas di luar kewajaran. Wilayah dengan curah hujan lebih tinggi itu tersebar di Lampung, Sumatra Selatan, Sumatra Barat, Riau, sebagian Bengkulu, dan sebagian Sumatra Utara.
 
"Sebagian juga akan dialami Aceh. Meskipun dalam prediksi, La Nina tidak sampai ke Sumatra," kata Dwikorita dalam konferensi pers virtual di Jakarta, Selasa, 13 Oktober 2020.
 
Indonesia mulai merasakan dampak fenomena La Nina pada Oktober dan November 2020. Fenomena ini akan terjadi di hampir seluruh wilayah, kecuali Sumatra dan Papua Bagian Timur.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Anomali atau (cuaca) di luar kewajaran di Sumatra ini karena kondisi topografi lokal. Sementara itu, di Sulawesi ini sudah mulai terpantau curah hujan yang intensitasnya tinggi hingga sangat tinggi," ujarnya.
 
Baca: Puncak La Nina Diprediksi Terjadi pada Desember
 
Penanganan dampak akan dilihat berdasarkan waktu. Pada Oktober hingga November, penanganan akan diprioritaskan ke Pulau Jawa.
 
"Kami juga akan fokus ke Nusa Tenggara, Sulawesi terutama bagian Selatan dan Tengah. Kemudian Kalimantan Tengah, Maluku, Maluku Utara, dan Papua Barat," jelasnya.
 
Secara umum, hujan dengan curah tinggi hampir merata mulai dari November 2020 sampai April 2021. Adapun puncak musim hujan diprediksi terjadi pada Desember 2020 hingga Januari 2021.
 
(SUR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif