Epidemiolog Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia (FKM UI), Pandu Riono, dalam program Crosscheck #FromHome by Medcom.id.
Epidemiolog Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia (FKM UI), Pandu Riono, dalam program Crosscheck #FromHome by Medcom.id.

Epidemiolog Minta Data Vaksin Covid-19 Asal Tiongkok Diungkap

Nasional Virus Korona pandemi covid-19 vaksin covid-19
Fachri Audhia Hafiez • 25 Oktober 2020 14:52
Jakarta: Epidemiolog Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia (FKM UI), Pandu Riono, mempertanyakan data menyeluruh terhadap vaksin virus covid-19 yang diproduksi Tiongkok. Sebab data terkait efektivitas vaksin belum kunjung diungkap.
 
"Jadi kita harus baca laporannya. (Sementara) laporan tidak dipublikasikan," kata Pandu dalam program Crosscheck #FromHome by Medcom.id bertajuk 'Tergesa Vaksin, Berani Jamin?', Minggu, 25 Oktober 2020.
 
Tiongkok telah menggunakan vaksin covid-19 dan diklaim aman. Vaksin kemudian diberikan kepada garda terdepan seperti tenaga kesehatan dan militer.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Tetapi data semisal usia penerima atau jumlah jenis kelamin penerima vaksin belum diungkap. Selain itu, lanjut Pandu, kategori aman dalam penggunaan vaksin harus menegaskan kategori aman yang dimaksud.
 
"Jadi kata-kata aman itu beda (apakah) hanya menimbulkan efek samping yang ringan dan sebagainya. Ini pada kelompok mana?," ujar Pandu.
 
Baca: Kandidat Vaksin Pesanan Indonesia Masih Menunggu Lolos Uji Klinik Fase 3
 
Pengungkapan data laporan untuk memberikan kepercayaan kepada publik. Atas dasar ini Pandu juga tak mempercayai khasiat vaksin asal Tiongkok. Di samping karena negara tirai bambu itu juga selaku 'penjual'.
 
"Seharusnya negara mempublikasikan kalau mau membangun trust, itu butuh transparansi. Kalau ada yang disembunyikan hukum trust (seharusnya vaksin) jangan dipercaya dulu," ucap Pandu.
 
Indonesia akan kedatangan total 9,1 juta vaksin covid-19 dari tiga produsen berbeda asal Tiongkok yakni Sinovac, Sinophram, dan CanSino. Vaksin tersebut akan hadir di Indonesia secara bertahap November hingga Desember 2020.
 
Vaksin tahap awal tersebut akan diprioritaskan untuk tenaga kesehatan. Vaksin juga dikhususkan bagi warga berusia 18-59 tahun.
 
(JMS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif