Vaksin covid-19 dari Tiongkok tiba di Indonesia, Selasa, 12  Januari 2021. Foto: Dok Metro TV
Vaksin covid-19 dari Tiongkok tiba di Indonesia, Selasa, 12 Januari 2021. Foto: Dok Metro TV

4 Juta Dosis Vaksin Covid-19 Bio Farma Siap Didistribusikan pada Februari

Nasional Virus Korona Bio Farma vaksinasi vaksin covid-19
Antara • 24 Januari 2021 04:06
Jakarta: PT Bio Farma (Persero) menyebut 4 juta dosis vaksin covid-19 sudah selesai diproduksi. Vaksin itu siap didistribusikan pada Februari 2021.
 
"Status produk-produk itu sedang dalam tahap proses quality control yang akan dikirimkan ke Badan POM untuk mendapatkan lot release agar dapat didistribusikan," ujar Direktur Utama Bio Farma, Honesti Basyir,  dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu, 23 Januari 2021.
 
Menurut dia, Bio Farma menerima 15 juta dosis bulk vaksin covid-19 dari Sinovac, Tiongkok, pada 12 Januari 2021. Bio Farma meneruskan proses produksi dari bahan baku itu menjadi final product. Total, Bio Farma akan menerima 140 juta dosis bahan baku vaksin secara bertahap.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: Ikatan Perawat: Penderita Trauma Jarum Suntik Butuh Pendekatan Psikologis
 
Ia mengatakan hasil proses produksi bahan baku itu akan melengkapi pasokan tiga juta dosis vaksin covid-19 dalam kemasan finish product yang diterima pada Desember 2020. Dia menjelaskan ada dua mekanisme kolaborasi antara Bio Farma dengan Sinovac. 
 
"Yaitu impor dalam bentuk barang jadi atau finished product single dose yang diperuntukan frontliner di Indonesia dan impor dalam bentuk bulk atau konsentrat vaksin," papar Honesti.
 
Untuk pendistribusian vaksin, grup Bio Farma bersama PT Kimia Farma Tbk dan PT Indofarma Tbk sudah memiliki 48 cabang atau warehouse yang dapat dioptimalkan. Bio Farma disebut sudah menyiapkan beragam teknologi untuk program vaksinasi ini.
 
"Dalam sisi teknologi, Bio Farma sudah menyiapkan digital solution yang bersifat end-to-end mulai dari pabrik produksi, proses distribusi, dan sampai di tujuan akhir (fasilitas kesehatan). Dan proses pendistribusian Ini, dapat di monitor real time di Command Center Holding BUMN Farmasi," kata dia.
 
Ia menyampaikan Indonesia membutuhkan 181,5 juta vaksin covid-19 atau setara dengan 426 juta dosis. Untuk mengantisipasi kelangkaan pasokan vaksin dari produsen, Kementerian Kesehatan mengeluarkan Permenkes Nomor HK.01.07/MENKES/12758/2020 tentang Penetapan Jenis Vaksin untuk Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19.
 
Dari Permenkes itu, suplai vaksin didapat dari produksi PT Bio Farma, AstraZeneca, China National Pharmaceutical Group Corporation (Sinopharm), Moderna, Pfizer Inc and BioNTech dan Sinovac, dan Novovax. Keseluruhan vaksin covid-19 itu harus dilengkapi laporan hasil uji klinis 1 sampai dengan 3 dan mendapatkan izin penggunaan darurat (EUA) dari Badan POM.
 
(OGI)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif