Tao di wilayah Kampung Melayu, Jakarta Timur. Foto: Medcom/Ilham
Tao di wilayah Kampung Melayu, Jakarta Timur. Foto: Medcom/Ilham

Warga Urunan Beli Toa untuk Siaga Banjir

Nasional banjir jakarta
Ilham Pratama Putra • 18 Januari 2020 14:55
Jakarta: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mengaku telah memasang Disaster Warning System (DWS) berupa toa atau pengeras suara di wilayah rawan banjir. Namun, toa tersebut tak ditemukan di wilayah Kampung Melayu, Jakarta Timur.
 
Padahal, dalam catatan BPBD, kelurahan Kampung Melayu menerima tiga alat DWS. Karena dirasa genting, akhirnya warga melakukan urunan untuk membeli DWS secara mandiri.
 
"Enggak pernah ada itu toa untuk wilayah kita. Padahal posisi kita paling parah. Akhirnya kita beli sendiri secara kolektif dari kas RW," kata Ketua RW 08, Tamsis di Jalan Kebon Pala Tanah Rendah, Kampung Melayu, Jakarta Timur, Sabtu 18 Januari 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Banjir di RW 08 yang menaungi 16 RT ini mencapai 220 sentimeter. Tamsis mengaku belum ada tawaran maupun survey dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
 
Dengan urunan dari 2.700 warganya, dia membeli dua buah DWS. DWS dipasang di pos RT 12. Tamsis, memanfaatkan toa tersebut untuk memberi peringatan pada warganya ketika mendapat peringatan kenaikan air di Katulampa.
 
"Jadi kita kebetulan masuk di grup Whatsapp dengan petugas air di Katulampa. Jadi saat info masuk, saya umumkan di toa. Intruksi untuk ke Masjid, menyelamatkan dokumen penting untuk disimpan di tempat yang lebih tinggi," Jelas dia.
 
Tamsis mengaku, kinerja toa milik RW 08 efektif. Karena informasi dari toa tersebut mencapai radius 5 kilometer. Untuk dua buah toa tersebut RW 08 mengeluarkan biaya sebesar Rp 3,6 juta.
 
Sementara itu ditemukan pula satu DWS dengan empat buah toa rusak di RW 07 Bidara Cina, Jakarta Timur. Warga mengaku tak mendapat informasi kenaikan air yang berujung pada banjir di kawasan tersebut
 
"Tidak berfungsi sama sekali. Di waktu banjir tidak berbunyi, dan kalaupun bunyi enggak beraturan dan pelan sekali. Akhirnya kami menginformasikan peringatan kepada warga melalui Whatsapp," Kata ketua RW 07, Bidara Cina, Mamat Sahroni.
 
Pemprov DKI Jakarta akan menambah enam set alat yang digunakan untuk sistem peringatan dini atau early warning system bencana pada tahun 2020. Alat yang digunakan bernama alat disaster warning system (DWS).
 
"Untuk tahun 2020 ada kok anggarannya. Pengadaan DWS enam set, anggaran total Rp4,07 miliar," ujar Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jakarta, M Ridwan.
 
Selain itu, kata Ridwan, ada lagi anggaran untuk pemeliharaan 15 set DWS yang sudah dimiliki Pemprov DKI.
 

(NUR)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif