Ilustrasi demonstrasi. Medcom.id/M Rizal
Ilustrasi demonstrasi. Medcom.id/M Rizal

YLBHI: Kasus Penodaan Kerap Picu Aksi Massa

Nasional ujaran kebencian Penodaan Agama
Sri Yanti Nainggolan • 22 Agustus 2020 01:56
Jakarta: Ketua Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) Asfinawati mengungkapkan bahwa proses hukum penodaan agama selalu memancing respons massa. Tak jarang massa turun aksi menjadi 'hakim', baik secara langsung atau daring.
 
"Di dalamnya (aksi massa) ada hate speech. Mereka yang jadi korban bisa jadi pelaku," ujar dia dalam seminar daring YLBHI, Jumat, 21 Agustus 2020.
 
Data YLBHI menunjukkan, 28 dari 38 ujaran kebencian pada 2020 mengancam ketertiban masyarakat. Temuan tersebut didapat informasi kepolisian.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Karena sudah tersebar dan menimbulkan keresahan masyarakat," lanjut dia.
 
Baca: 38 Kasus Penodaan Agama Dilaporkan Hingga Mei 2020
 
Untuk meredam aksi massa, polisi cenderung berjanji kasus penodaan agama tersebut akan dibawa ke ranah hukum. YLBHI menyayangkan hal tersebut karena polisi bergerak atas tekanan massa.
 
Padahal, bila dilihat, tak ada alasan mengganggu ketertiban dengan mengacu Pasal 156a KUHP terkait penodaan agama atau Undang-Undang Nomor 1/PNPS/1965 tentang Pencegahan Penyalahgunaan dan/atau Penodaan Agama. Alasan sosiologis juga sering masuk dalam dakwaan dan pertimbangan hakim.

 
  • Halaman :
  • 1
  • 2
Read All



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif