Ilustrasi: Medcom.id
Ilustrasi: Medcom.id

Kreator Hoaks Korona Rata-rata Iseng

Nasional Virus Korona hoax
Siti Yona Hukmana • 31 Maret 2020 10:33
Jakarta: Polisi menangkap empat kreator berita bohong atau hoaks terkait virus korona (covid-19). Pelaku kebanyakan hanya main-main dalam membuat hoaks.
 
"Hampir rata-rata dalam pemeriksaan mereka menyampaikan motif dengan iseng-iseng," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Metro Jaya Komisaris Besar (Kombes) Yusri Yunus di Jakarta, Selasa, 31 Maret 2020.
 
Namun, Yusri menekankan walaupun tak bersungguh-sungguh untuk menimbulkan keresahan di masyarakat, pelaku tak begitu saja terbebas dari hukuman. Tingkah mereka berbuah pidana.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Makanya kami harapkan masyarakat yang masih hobi iseng-iseng di situasi sekarang covid-19 ini, kami harapkan mereka setop," tegas Yusri.
 
Menurut dia, Subdirektorat Tindak Pidana Siber Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda tidak tinggal diam. Lambat laun, polisi bakal mengendus para pelaku.
 
"Pak Direktur Reserse Kriminal Khusus Kombes Iwan Kurniawan mengatakan jejak digital enggak akan pernah hilang, itu yang harus diketahui semuanya," tegas Yusri.
 
Empat penyebar berita bohong itu yakni AOI, H, serta dua warga Jakarta Timur. AOI menyebarkan berita bohong terkait penutupan jalan tol imbas wabah korona.
 
Tersangka H menyebarkan berita bohong terkait adanya pengunjung Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, positif terjangkit korona. Sementara itu, dua warga di Jakarta Timur menyebarkan berita bohong via video melalui media sosial.
 
Kreator Hoaks Korona Rata-rata Iseng
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus. Foto: Medcom.id/Yurike Budiman
 
Baca: Empat Kreator Hoaks Soal Korona 'Dibekuk'
 
Satu pelaku di Cipinang Melayu, Jakarta Timur, menginformasikan bila wilayahnya telah menerapkan lockdown atau karantina wilayah. Pelaku lainnya mengabarkan ada seorang warga Jakarta Timur positif terjangkit virus korona.
 
Para tersangka dijerat dengan Pasal 28 ayat 1 juncto Pasal 45A ayat 1 dan/atau Pasal 32 ayat 1 juncto Pasal 48 ayat 1 dan/atau Pasal 35 juncto 51 ayat 1 Undang-Undang (UU) Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang lnformasi dan Transaksi Elektronik (ITE) serta Pasal 14 ayat 1 UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana. Perlaku terancam hukuman 10 tahun penjara.
 

(OGI)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif