Pertumbuhan Pariwisata Indonesia Melampaui Negara Tetangga

Fachri Audhia Hafiez 23 Oktober 2018 12:28 WIB
pariwisata
Pertumbuhan Pariwisata Indonesia Melampaui Negara Tetangga
Paparan 4 tahun kerja pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla: Membangun manusia Indonesia, menuju negara maju. Foto: Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez
Jakarta: Pertumbuhan dan penerimaan devisa dari sektor pariwisata Indonesia terus meningkat sejak 2015. Menteri Pariwisata Arief Yahya menegaskan Indonesia merupakan negara dengan pertumbuhan pariwisata tercepat nomor sembilan di dunia.

Sedangkan di Asia berada pada peringkat 3. Di ASEAN, Indonesia bahkan menempati posisi pertama.

"Pertumbuhan pariwisata Indonesia Januari-Desember 2017 mencapai 22 persen. Angka ini diatas rata-rata pertumbuhan turisme dunia 6,4 persen dan ASEAN 7 persen," kata Arief dalam diskusi di kantor Kementerian Sekretariat Negara, Jakarta Pusat, Selasa, 23 Oktober 2018.


Baca: KEIN Susun Indeks Pembangunan Pariwisata

Pertumbuhan pariwisata Indonesia memang tinggi. Namun, Arief akan mewanti-wanti pertumbuhan pariwisata negara tetangga. Seperti Vietnam yang saat ini tumbuh 29 persen karena banyak deregulasi (penghapusan pembatasan).

"Sementara Malaysia saat ini hanya tumbuh empat persen, begitu juga dengan Thailand," ucap Arief.

Baca: BI: Ekspor dan Pariwisata Kunci Ketahanan Ekonomi RI

Dia menerangkan Presiden Joko Widodo sejak awal menginginkan pariwisata menjadi penghasil devisa terbesar. Kini pariwisata sudah menjadi penyumbang devisa nasional keempat setelah industri kelapa sawit (CPO), migas, dan batu bara.

"Sumbangan devisa dari sektor pariwisata meningkat sejak 2015 dari USD12,2 miliar, pada 2016 menjadi USD13,6 miliar dan pada 2017 naik lagi menjadi USD15 miliar. Sektor pariwisata diharapkan meraup devisa hingga USD17 miliar pada 2018. Sedangkan proyeksi 2019 sebesar USD20 miliar," papar Arief.

Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara melejit selama 4 tahun belakangan. Pada 2015, sebanyak 9,7 juta, 2016 mencapai 11,5 juta, dan 2017 sebanyak 14 juta wisatawan.

"Hingga Agustus 2018 jumlah turis asing mencapai 10,58 juta dari target 17 juta wisata mancanegara," ucap Arief.



(OJE)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id