Jokowi: Jangan Mempersulit yang Mudah
Jokowi menghadiri pembukaan Pameran ISE 2018 di ICE Convention BSD/Medcom.id/Yogi Bayu Aji
Jakarta: Presiden Joko Widodo menekankan inovasi dari hasil riset harus menghasilkan efisiensi. Pembaruan teknologi jangan justru menghambat kerja.

"Jangan dibalik-balik. Sekarang yang banyak di kita ini menghabiskan energi, yang mudah-mudah dipersulit. Mestinya yang membuat kesulitan itu dijadikan kemudahan," tegas Jokowi dalam pembukaan Pameran Indonesia Science Expo (ISE) 2018 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) Convention BSD, Tangerang Selatan, Banten, Kamis, 1 November 2018.

Menurut dia, efisiensi merupakan kunci membawa Indonesia menjadi negara maju. Kecepatan dapat membuat orang maupun lembaga memenangkan kompetisi.


"Sekarang yang besar belum tentu mengalahkan kecil, yang kaya belum tentu mengalahkan yang miskin. Negara kaya belum tentu mengalahkan negara miskin. Tapi yang cepat lah yang pasti akan mengalahkan lambat," jelas Presiden ke-7 Indonesia itu.

Baca: Jokowi: Penggunaan Teknologi Harus Dibarengi Moralitas

Kepala Negara meminta semua pihak mengantisipasi revolusi industri 4.0 yang sudah di depan mata. Apalagi, perkembangan teknologi melahirkan tantangan-tantangan baru. Publik perlu bersiap menghadapi cepatnya perubahan teknologi yang bakal menyusup ke berbagai bidang kehidupan masyarakat.

"Ada bisnis-bisnis lama yang akan tutup kemudian muncul jenis-jenis bisnis baru. Inilah peluang untuk anak-anak muda, bahkan di dunia politik dan pemerintahan juga harus menyesuaikan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan berbagai macam inovasi-inovasi yang muncul," jelas dia.

Pemerintah bakal dipaksa bekerja cepat dan efisien. Sedangkan lembaga penelitian diminta melahirkan karya-karya riset unggul menjawab tantangan zaman.



(OJE)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id