Seorang prajurit TNI menuntun seorang anak yang akan mengungsi akibat banjir bandang di Sentani, Jaya Pura, Papua. (Foto: ANTARA/Zabur Karuru)
Seorang prajurit TNI menuntun seorang anak yang akan mengungsi akibat banjir bandang di Sentani, Jaya Pura, Papua. (Foto: ANTARA/Zabur Karuru)

Jokowi Tengok Korban Banjir Bandang di Sentani

Nasional banjir bandang
Candra Yuri Nuralam • 01 April 2019 06:00
Jayapura: Presiden Joko Widodo akan menengok korban banjir bandang di Sentani, Jayapura, Papua, Senin, 1 April 2019. Presiden juga akan meninjau lokasi bencana tersebut.
 
Setiba di Bandara, Presiden dan Ibu Negara Iriana Jokowi akan menerima paparan tentang banjir bandang yang melanda Sentani. Presiden dan rombongan kemudian langsung berangkat ke posko pengungsian korban.
 
"Setelah mendapat laporan, Pak Jokowi dan rombongan langsung mengunjungi para pegungsi yang ada di GOR Towere," kata Danrem 172/PVJ Jayapura Kol Inf Binsar
Sianipar di Jayapura seperti dilansir dari Antara, Minggu, 31 Marer 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Usai menengok korban, Presiden dan rombongan akan langsung ke Jayapura untuk bertemu Gubernur, Bupati dam Wali Kota se-Jayapura. Kepala Negara juga akan bertemu dengan relawan yang membantu korban Sentani selama masa cepat tanggap.
 
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Yohana Yembise sebelumnya menyantuni korban banjir di Sentani, Papua. Dia memberikan berbagai kebutuhan pokok untuk anak-anak dan perempuan yang menjadi korban banjir tersebut.
 
“Memberikan bantuan pokok memang penting, namun memastikan agar perempuan dan anak tetap dapat hidup layak, dan tidak mengalami trauma pasca bencana juga tidak kalah penting," kata Yohana di Gedung Olahraga Toware, Toware, Jayapura, Minggu, 31 Maret 2019.
 
Yohana mengajak anak-anak untuk bernyanyi dan bermain sebagai langkah pemulihan trauma. Dia tidak ingin anak-anak terkena trauma mendalam atas bencana alam yang menimpa Sentani tersebut.
 
"Kegiatan rehabilitasi psikologis dan pemulihan trauma pasca bencana dapat dilakukan dengan mengajak anak untuk bermain, bernyanyi, bercerita, dan berdoa bersama sebab anak harus tetap merasakan senang, aman, dan nyaman walaupun dalam kondisi pasca bencana,” ujar Yohana.
 
Banjir bandang Sentani terjadi pada Sabtu, 16 Maret 2019 pukul 18.00 WIT hingga 23.30 WIT di Distrik Sentani, Waibu, Sentani Barat, Ravenirara, dan Depapre. Banjir bandang di Kabupaten Jayapura terjadi akibat hujan deras di wilayah Pegunungan Cycloops yang sudah gundul.
 
Bencana ini menyebabkan 112 orang meninggal dan sekitar 11 ribu orang kehilangan tempat tinggal. Selain banjir bandang, bencana alam itu juga menyebabkan air Danau Sentani meluap.
 
Pemerintah juga sudah memberikan santunan kepada para korban tewas yang sudah terindentifikasi. Masing-masing korban mendapatkan dana santunan sebesar Rp15 juta yang diberikan kepada ahli waris.
 

(AZF)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif