Ombudsman Keluhkan Fasilitas Kantor
Diskusi Ombudsman - Medcom.id/Kautsar Widya Prabowo.
Jakarta: Ketua Ombudsman RI Amzulian Rifai mengeluhkan anggaran dana yang kurang. Sampai-sampai perwakilan di daerah tidak memiliki kantor resmi. 

"Bagaimana mungkin Ombudsman dapat menjalankan tugasnya dengan baik, dari 34 perwakilan mungkin hanya dua yang milik kita, sisanya sewa rumah dan ruko," ujar Rifai dalam diskusi di Gedung ORI, Jakarta Pusat, Senin, 8 Oktober 2018.

Rifai memastikan keterbatasan dana tidak membuat kinerja Ombudsman berkurang. Sejak hadir di 34 provinsi, banyak masyarakat yang mengadu ke Ombudsman.


"Mereka semua saya yakini bekerja dengan sangat keras, etos kerja yang sangat tinggi, yang juga ditinggalkan oleh para Ombudsman periode pertama," tutur dia. 

Dia menyebut salah satu yang menggambarkan kerja keras Ombudsman ialah peningkatan laporan masyarakat. Angka pelaporan cukup signifikan dari 2015 hingga 2018. 

(Baca juga: ORI Jakarta Diharapkan Dapat Meningkatkan Pelayanan Publik)

Tidak hanya itu saja, anggota Komisi II DPR RI yang melakukan kunjungan ke sejumlah daerah mengakui kinerja Ombudsman.

"Dari aspek laporan ada kenaikan, dari 2015 ke 2016, dari laporan hanya 6.030 menjadi 9.000 dan saat ini sudah diatas 10 ribu laporan ," imbuh dia. 

Dia berharap di tahun mendatang anggaran untuk Ombudsman lebih tinggi. Sebab, 
Komisi II DPR RI berencana mengajukan kenaikan anggaran. 

"Komisi II itu setiap hari mendukung kami luar biasa dan tahun ini Insyaallah infonya, kita anggarannya naik 300 persen," tutur dia. 


 



(REN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id