Tenaga medis dari Siloam Hospitals melakukan rapid test covid-19 kepada warga dengan skema drive thru. Foto: dok MI/VICKY GUSTIAWAN.
Tenaga medis dari Siloam Hospitals melakukan rapid test covid-19 kepada warga dengan skema drive thru. Foto: dok MI/VICKY GUSTIAWAN.

15 RS Ditunjuk Jadi Percontohan Wisata Kesehatan

Nasional pariwisata indonesia Ekonomi Indonesia Sandiaga Uno Kemenparekraf covid-19 pandemi covid-19
Media Indonesia • 15 Agustus 2021 05:52
Jakarta: Sebanyak 15 rumah sakit menjadi proyek percontohan wisata kesehatan. Masing-masing memiliki keunggulan dalam layanan dan tenaga medisnya.
 
Selain menonjolkan pelayanan medis, pembangunan wisata kesehatan di Indonesia akan mencakup layanan wellness, herbal, dan antipenuaan. Wisata Kesehatan ini mencakup kedokteran medis serta layanan kedokteran berbasis riset saintifik terkini.
 
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno mengatakan wisata kesehatan ini bisa menghasilkan Rp100 triliun. Industri ini diharapkan bisa mendatangkan wisatawan mancanegra untuk berobat ke Indonesia. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kita harus menyelamatkan Rp100 triliun, dana yang bisa kita peroleh dari industri wisata kesehatan ini, termasuk dari wisatawan Indonesia yang selama ini berobat ke luar negeri. Saya sendiri pernah menjalani pemeriksaan kesehatan di tujuh negara dan pagi ini menjalaninya di Siloam dan merasakan kualitas layanan dan dokternya sangat bagus, tidak kalah dari luar negeri," ujar Sandiaga dilansir dari Media Indonesia, Jakarta, Minggu, 15 Agustus 2021.
 
Sebanyak 15 RS yang menjadi model tersebut di antaranya RS Siloam Karawaci, RS Mayapada Lebak Bulus, dan RS Eka Hospital BSD. Kemudian, RS Cipto Mangunkusumo, Pusat Jantung Nasional Harapan Kita, RS Kepresidenan Gatot Soebroto, RS Sanglah Bali serta RS Provinsi Nusa Tenggara Barat.
 
Baca: Pandemi Sebagai Titik Balik Industri Pariwisata Berkesinambungan
 
"Yang harus dilakukan adalah seeing is believing," kata Sandiaga.
 
Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mendukung wacana tersebut. Ketua IDI M Daeng Fakih bakal membantu menyiapkan tegas medis.
 
"Kami akan membantu proses pemetaan dan penyiapan dalam aspek tenaga medis dan mengkomunikasikannya dengan Kemenparekraf sebagai pemimpin dalam program ini." ucap Daeng.
 
(NUR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif