Menteri Perhubungan Ignasius Jonan. Foto: MI/Susanto
Menteri Perhubungan Ignasius Jonan. Foto: MI/Susanto

Menhub Jonan Janji Beri Subsidi Bus AKAP

Nasional bus
Wanda Indana • 13 Juni 2016 20:24
medcom.id, Jakarta: Menteri Perhubungan Ignasius Jonan berjanji akan memberikan subsidi kepada perusahaan otobus (PO) pada 2018. Upaya itu dilakukan di tengah rendahnya minat masyarakat menggunakan angkutan berbasis jalan raya.
 
Jonan menjelaskan, ada syarat yang harus dipenuhi PO untuk mendapatkan subsidi. Pertama, PO harus melengkapi semua persyaratan meliputi aspek keselamatan dan pelayanan. Tahun ini, Jonan menargetkan semua bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) harus lolos uji aspek keselamatan.
 
"Tahun pertama saya minta aspek keselamatannya dulu. Tahun kedua baru pelayanan. Jika dua ini sudah, saya akan ajukan subsidi," janji Jonan dalam acara pengarahan PO jelang mudi Lebaran di Ruang Nanggala, Gedung Cipta Kemenhub, Jakarta Barat, Senin (13/6/2016).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Jonan menjelaskan, angkutan bus AKAP kini sudah tidak sepopuler dulu. Perusahaan angkutan darat tergerus oleh sengitnya persaingan bisnis transportasi. Dia minta pengusaha bus harus merubah manajemen perusahaan. Terutama soal peningkatan pelayanan dan jaminan keselamatan.
 
"Bus AKAP tidak kompetitif. Salah Anda sendiri, jangan salahkan orang lain. Kalau mau maju, tingkatkan keamanan dan pelayanan, penumpang bapak pelan-pelan akan kembali, percaya sama saya," jelas Jonan.
 
Mantan Dirut PT Kereta Api Indonesia (KAI) ini mmberi contoh, meningkatnya peminat kereta api belakangan ini karena pelayanan yang diberikan penumpang memuaskan. Subsidi digunakan untuk peningkatan pelayanan dan aspek keselamatan.
 
Menhub Jonan Janji Beri Subsidi Bus AKAP
Petugas Dirjen Kementrian Perhubungan Darat bersama Dinas Perhubungan Provinsi Lampung melakukan pengecekan inspeksi keselamatan jelang mudik lebaran terhadap angkutan bus di Terminal Rajabasa Bandar Lampung, Lampung, Senin (13/6/2016). Foto: Antara/Tommy Saputra.
 
Jonan menuturkan, total pendapatan PT KAI ketika dia pertama kali pimpin dari 2008-2009 mencapai Rp4,2 triliun. Namun, saat ini total pendapatan PT KAI mencapai Rp13,6 triliun.
 
"Apa yang dijual? Pelayanan dan jaminan keselamatan," beber Jonan.‎
 
Karena itu, Jonan tidak ingin mendengar alasan PO takut merugi karena mengeluarkan dana untuk mengganti dan membeli suku cadang bus. Jonan bilang, pengeluaran duit untuk peningkatan pelayanan dan jaminan keselamatan merupakan investasi.
 
"Loh, saya dulu ganti kaca kereta setiap tahun Rp30 miliar. Ini ada bus kaca retak tidak diganti, pentil hilang, lampu tangan tidak menyala. Hal-hal kecil seperti itu dulu diperbaiki," tegas dia.
 
Jika setuju diberi subsidi, dia meminta PO bersedia menyerahkan laporan keuangan perusahaan untuk diperiksa pemerintah.
 
"Tapi harus mau laporan keuangannya diperiksa ya. Subsidi kan uang rakyat. Kalau disubsidi memang untungnya tidak bisa banyak. Tapi itu konsekuensi demi memberikan pelayanan yang terbaik untuk masyarakat," kata dia.
 

(MBM)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif