Ilustrasi ruang perawatan pasien covid-19. Medcom.id/Yurike Budiman
Ilustrasi ruang perawatan pasien covid-19. Medcom.id/Yurike Budiman

6 Pekan PPKM, Okupansi Tempat Tidur di RS Covid-19 Turun Hingga 30%

Nasional Virus Korona PSBB pandemi covid-19 Satgas Covid-19 PSBM
Nur Azizah • 24 Februari 2021 19:24
Jakarta: Rasio keterpakaian tempat tidur atau bed ocuppancy ratio (BOR) di ruang isolasi di rumah sakit rujukan coivd-19 turun selama enam pekan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Penurunan keterisian fasilitas perawatan covid-19 terjadi merata di seluruh provinsi yang memberlakukan PPKM, kecuali Bali.
 
"Saat ini, sudah tidak ada lagi provinsi dengan angka keterpakaian tempat tidur di atas 70 persen," kata Ketua Bidang Data dan Teknologi Informasi Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Dewi Nur Aisyah di Kantor Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Jakarta Timur, Rabu, 24 Februari 2021.
 
Dewi mengatakan rata-rata provinsi memiliki BOR di rentang 50 hingga 70 persen. Penurunan okupansi tempat tidur berkisar 20 hingga 39 persen.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Ini adalah keberhasilan kita menurunkan angka keterpakaian tempat tidur yang ada di rumah sakit. Berarti orang yang perlu dirawat semakin kecil," kata Dewi.
 
Baca: Kabar Baik, Keterisian Tempat Tidur di RS Covid-19 Terus Turun
 
Saat ini, okupansi tempat tidur ruang isolasi di rumah sakit rujukan di DKI Jakarta sebanyak 64 persen. Sebelumnya, keterpakaian tempat tidur di Ibu Kota mencapai 84 persen.
 
Kemudian, okupansi RS rujukan di Jawa Barat sejak pemberlakuan PPKM turun 21 persen, dari yang sebelumnya 78 menjadi 67 persen. Lalu, Jawa Tengah berhasil menurunkan 39 persen dari yang sebelumnya 74 persen menjadi 35 persen.
 
"Banten turun 31 persen dari 87 menjadi 56 persen. Jawa Timur turun 34 persen dari 78 persen menjadi 44 persen," ujar Dewi.
 
Daerah Istimewa Yogyakarta turun 38 persen dari yang sebelumnya 84 persen menjadi 46 persen. Sementara Bali menunjukkan kenaikan 10,29 persen dari 57,38 persen menjadi 67,67 persen.
 
"Bali ada sedikit peningkatan tapi Bali sejak awal memang sudah di bawah 70 persen, yang perlu kita ingat tadi ada kondisi yang cukup berbeda di Bali karena ada libur panjang dan kontribusi sektor pariwisata," jelas Dewi.
 
(SUR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif