Ilustrasi. Medcom.id
Ilustrasi. Medcom.id

Simak Alur Pelayanan Pasien Covid-19

Nasional Virus Korona pandemi covid-19
Atalya Puspa • 18 Oktober 2020 05:23
Jakarta: Banyak orang kurang mengetahui alur yang harus dijalani bagi pasien suspek atau terkonfirmasi positif covid-19. Pasien terkonfirmasi positif covid-19 akan menjalani sejumlah alur yang berlainan tergantung dengan kondisinya.
 
Dirjen Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan, Kadir, menjelaskan seseorang dari zona merah atau kontak dengan pasien positif covid-19, termasuk suspek yang ditindaklanjuti dengan pemeriksaan swab test.
 
“Jika hasilnya positif, penatalaksanaan pasien dilakukan berdasarkan gejala atau tanpa gejala yang dialami,” kata Kadir, Sabtu, 17 Oktober 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pasien yang terkofirmasi positif covid-19 mungkin tidak mengalami gejala dan ada yang mengalami gejala sedang atau sakit berat. Mereka akan mendapatkan penanganan berbeda tergantung dari gejalanya.
 
"Tidak semua pasien pelayanannya sama,” katanya.
 
Pasien positif covid-19 yang tidak bergejala akan diimbau untuk isolasi mandiri di rumah atau di rumah sakit (RS) darurat. Isolasi mandiri minimal selama 10 hari sejak didiagnosis. Setelah 10 hari, pasien dinyatakan selesai isolasi.
 
Adapun pasien dengan gejala sakit ringan-sedang diimbau isolasi mandiri di rumah maupun di rumah sakit. Isolasi juga minimal 10 hari sejak munculnya gejala ditambah tiga hari bebas demam dan gejala pernapasan.
 
“Pasien akan dilakukan lagi swab test jika hasilnya negatif, pasien akan dinyatakan sembuh,” jelasnya.
 
Baca: Kasus Covid-19 Bertambah 4.301 Dalam 24 Jam
 
Kadir mengatakan dalam pelayanan pasien positif covid-19 ada alih rawat non-isolasi. Layanan itu untuk pasien yang sudah memenuhi kriteria selesai isolasi, tetapi masih memerlukan perawatan lanjutan akibat kondisi tertentu, seperti penyakit penyertaan (komorbid), coinsiden, dan komplikasi.
 
Proses alih rawat diputuskan berdasarkan hasil asesmen klinis yang dilakukan dokter penanggung jawab pelayanan sesuai standar operasional prosedur.
 
Bagi pasien yang diisolasi di rumah sakit, dapat dipulangkan berdasarkan pertimbangan dokter penanggung jawab pasien karena adanya perbaikan klinis, komorbid teratasi, dan/atau follow up polymerase chain reaction (PCR) menunggu hasil.
 
Mereka dinyatakan sembuh apabila telah memenuhi kriteria selesai isolasi, dan dikeluarkan surat pernyataan selesai pemantauan, berdasarkan penilaian dokter di fasilitas kesehatan tempat dilakukan pemantauan atau dokter penanggung jawab pasien.
 
Sementara itu, Kepala Penerangan Kogabwilhan I Kolonel Marinir Aris Mudian melaporkan penambahan 66 pasien isolasi mandiri di Rumah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta. Para pasien isolasi mandiri ini ditempatkan di Tower 4 dan 5 Wisma Atlet. Dengan begitu, terdapat 1.278 pasien isolasi yang dirawat.
 
Adapun jumlah pasien rawat inap berkurang 34 orang. Sehingga, total pasien yang masih dirawat berjumlah 1.457 orang.
 
(AZF)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif