Kakorlantas Polri Irjen Istiono (tengah). Istimewa
Kakorlantas Polri Irjen Istiono (tengah). Istimewa

Gelar Operasi Zebra, Korlantas Hindari Langkah Represif

Nasional polri lalu lintas operasi zebra
Yogi Bayu Aji • 23 Oktober 2020 19:31
Jakarta: Korps Lalu Lintas (Korlantas) Mabes Polri menggelar operasi zebra mulai Senin, 26 Oktober 2020, hingga Jumat, 6 November 2020. Operasi yang dijalankan di tengah adaptasi kebiasaan baru dan libur panjang Maulid Nabi Muhammad SAW itu akan mengutamakan pendekatan humanis.
 
Sasaran operasi yakni pelanggaran lalu lintas yang bisa berpotensi menyebabkan kecelakaan. Pelanggar tidak langsung ditindak, melainkan ditegur melalui upaya preemtif, preventif, dan persuasif. Hanya mereka yang 'bandel' akan ditindak tegas.
 
“Untuk itulah operasi zebra ini persentasenya untuk penindakan pelanggaran sebesar 20 persen, preventif 40 persen, dan preemtif 40," kata Kepala Korlantas Polri Inspektur Jenderal (Irjen) Istiono dalam keterangan tertulis, Jumat, 23 Oktober 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: Polisi Gelar Operasi Zebra 2020 Mulai 26 Oktober
 
Menurut dia, kegiatan ini merupakan operasi kemanusiaan. Polisi juga mengincar para pengendara kendaraan bermotor yang tidak mematuhi protokol kesehatan pencegahan covid-19, seperti soal penggunaan masker dan jaga jarak.
 
Dalam masa pandemi, kata dia, Kapolri Jenderal Idham Azis memerintahkan bawahannya bersikap persuasif dan humanis, ketimbang represif. Untuk itu, masing-masing direktorat lalu lintas (ditlantas) perlu menyusun strategi cara bertindak sesuai karakteristik daerahnya.
 
"Untuk memperlancar arus lalu lintas, pembatasan kendaraan bersumbu tiga pada arus mudik dilakukan pada 27 Oktober pukul 12.00 sampai 28 Oktober pukul 24.00. Dan untuk arus balik dilakukan pada 31 Oktober pukul 24.00 sampai 2 November pukul 08.00 WIB. Juga dalam pengaturan dilakukan buka tutup di rest area," ungkap dia.
 
Untuk mengantisipasi lonjakan pemudik, Korlantas akan menurunkan perwira pengamat wilayah (pamatwil) di beberapa titik rawan kepadatan kendaraan. Mereka akan memberikan asistensi untuk menciptakan kelancaran arus lalu lintas.
 
Untuk rest area pada jalur mudik dan balik, pembatasan 50 persen bagi pengguna jalan yang memasuki rest area diberlakukan. Tempat yang banyak dikunjungi masyarakat akan diperketat terkait pengawasan protokol kesehatan agar tidak menjadi klaster baru penularan covid-19.
 
"Harus kita pahami, selama masa pandemi, tentu saja tidak sedikit masyarakat yang sudah mulai merindukan momen liburan. Apalagi long weekend yang bertepatan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW cukup panjang," jelas dia.
 
Istiono mengimbau kendati sejumlah destinasi wisata sudah kembali buka, ada baiknya masyarakat tetap harus waspada. Sementara itu, personel Korlantas diperintahkan terus menjaga protokol kesehatan serta kebugaran masing-masing.
 
(OGI)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif