Ilustrasi. AFP/Lionel
Ilustrasi. AFP/Lionel

Netflix Diminta Patuhi UU ITE

Nasional netflix
Antara • 18 Januari 2020 10:50
Jakarta: Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menilai konten yang dimuat di platform streaming video Netflix berada di bawah Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik atau UU ITE. Oleh sebab itu, Netflix harus mematuhi undang-undang tersebut.
 
"Pada posisi itu lah dia (Netflix) harus patuh pada regulasi UU ITE termasuk regulasi konten. Tidak boleh distribusi konten pornografi, judi online pencemaran nama baik atau semacamnya, yang diatur UU ITE," kata pelaksana tugas Kepala Biro Humas Kominfo, Ferdinandus Setu seperti yang dikutip dari Antara, Jakarta, Sabtu, 17 Januari 2020.
 
Sebelumnya, Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) meminta Kominfo untuk memblokir konten di Netflix yang mengandung pornografi, SARA, dan norma kesusilaan. Kominfo punmeminta publik mengadukan konten bermasalah yang ada di Netflix.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Untuk membantu kami mengetahui persis konten jenis ini lah yang mengandung muatan pornografi, judi online, atau apa pun itu yang dilarang UU ITE," kata Ferdinandus.
 
Setelah mendapat laporan, Kominfo akan meninjau dan menghubungi Netflix. Bila konten terbukti melanggar aturan, Kominfo berhak meminta konten tidak ditayangkan.
 
Mekanisme tersebut juga berlaku untuk platform lain yang menayangkan konten yang tidak sesuai aturan. Pemblokiran platform akan dilakukan bila mereka tidak mengindahkan aturan setelah berkali-kali ditegur.
 
"Kementerian secara berkala melakukan patroli siber dengan mesin AIS. Sejauh ini menjangkau platform media sosial, bukan platform berbayar seperti Netflix," ungkap dia.
 
Sebelumnya, Menkominfo Johnny G Plate pernah menyebut agar Netflix menyiarkan lebih banyak film buatan Indonesia. Johnny mengakuakan bertemu dengan Netflix untuk membicarakan cara agar layanan tersebut bisa berdampak baik ke ekonomi digital maupun bagi bisnis Netflix.
 
Sementara terkait Netflix yang tidak bisa diakes melalui operator seluler Telkomsel, hal tersebut disebut Johnny bersifat bisnis antara kedua perusahaan yang perlu dicari jalan tengah agar menguntungkan kedua belah pihak.
 

(NUR)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif