Presiden Joko Widodo. Foto: Medcom.id/Damar Iradat
Presiden Joko Widodo. Foto: Medcom.id/Damar Iradat

Jokowi Minta Kepala Daerah Tak Buat Banyak Peraturan

Nasional Omnibus Law
Damar Iradat • 13 November 2019 12:12
Jakarta: Presiden Joko Widodo meminta kepala daerah dan pimpinan DPRD tidak membuat banyak peraturan. Banyaknya peraturan membuat Indonesia telat merespons perkembangan zaman.
 
"Jangan banyak-banyak buat perda, pergub, perwali. Negara ini sudah kebanyakan peraturan," kata Jokowi dalam sambutannya di Pembukaan Rakornas Indonesia Maju Pemerintah Pusat dan Forkopimda di Sentul International Convention Center, Bogor, Rabu, 13 November 2019.
 
Jokowi menegaskan Indonesia bukan negara peraturan. Dia menilai banyaknya peraturan akan menjerat pemerintah.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dia mengatakan banyaknya peraturan membuat kecepatan dalam memutuskan perubahan yang ada menjadi lambat. Padahal, saat ini seluruh negara-negara di dunia ingin fleksibel.
 
"Cepat merespons setiap perubahan. Kita malah banyak menambah peraturan untuk apa?" tanya dia.
 
Jokowi berseloroh pembuatan peraturan akan diawali dengan kunjungan kerja maupun studi banding ke luar negeri. Dia meminta kebiasaan itu dihentikan.
 
"Saya orang lapangan, ngerti benar. Sudahlah setop. Apalagi (peraturan) yang meribetkan masyarakat, setop," tegas dia.
 
Sejak awal pemerintahan di periode kedua, Jokowi dengan tegas akan memangkas sejumlah peraturan penghambat investasi. Salah satunya mengajukan wacana omnibus law.
 
Mantan Gubernur DKI Jakarta itu menceritakan pertemuannya dengan Menteri Perdagangan Amerika Serikat Wilbur Ross beberapa waktu lalu. Ross mengaku AS menerapkan sistem menghapus dua peraturan bila menteri ingin membuat satu peraturan baru.
 
"Kultur seperti ini harus kita miliki. Saya mau buat aturan seperti itu juga. Sekarang menteri mau buat permen (peraturan menteri) boleh, tapi hilang 10. Kebanyakan peraturan kita pusing sendiri," tegas dia.
 

(REN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif