Desa Santong Swadaya Dapur Umum
Sekretaris Desa Santong M Fauzi saat diwawancara di depan dapur umum yang diswadayakan perangkat desa dan relawan di Desa Santong, Kecamatan Tanjung, Lombok Utara, Selasa, 7 Agustus 2018. Medcom.id/Dheri Agriesta.
Lombok Utara: Desa Santong, Kecamatan Tanjung, Lombok Utara, menjadi salah satu desa paling parah terdampak gempa berkekuatan 7,0 skala richter. Tapi, pengungsi di desa ini masih minim mendapatkan bantuan.

Sekretaris Desa Santong M Fauzi sadar dengan minimnya bantuan dari pemerintah, mengingat lokasi desa mereka yang berada jauh dari pusat pemerintahan. Dapur umum seadanya pun disiapkan buat memenuhi konsumsi pengungsi balita dan yang sedang sakit.

"Istilahnya berswadaya untuk dua tiga hari sampai datang bantuan," kata Fauzi di Lapangan Desa Santong, Kecamatan Tanjung, Lombok Utara, Selasa, 7 Agustus 2018.


Bahan makanan diperoleh secara sukarela dari sejumlah masyarakat. Bahan makanan itu diolah di dapur umum seadanya yang didirikan di samping Kantor Desa Santong.

Tapi, tak semua pengungsi bisa menikmati masakan dari dapur umum itu. Fauzi mengatakan bahan makanan yang mereka miliki tak bisa memenuhi ribuan pengungsi di Desa Santong.

"Karena dananya sedikit kita fokuskan untuk yang sakit dan balita, tim medis, dan sebagian relawan, jadi yang lain itu belum tersentuh semua," kata Fauzi.

Baca: Mau Sampai Kapan Kami Tinggal di Lapangan?

Dapur umum didirikan sedikit tersembunyi di belakang sebuah bangunan, jauh dari keramaian. Hal ini disengaja agar tak menarik perhatian seluruh pengungsi.

"Kalau nanti sudah ada bantuan, dapur umum kami akan buat di depan," kata Fauzi.

Namun, Fauzi dan perangkat desa lain memutar otak agar kebutuhan konsumsi pengungsi tetap terpenuhi. Ia pun memerintahkan seluruh warga yang memiliki toko tetap berjualan. Karena, banyak toko yang tutup akibat gempa.

"Kami berkoordinasi supaya toko-toko buka semua, karena mereka kan tidak ada yang berani buka karena gempa. Tapi kami takutkan terjadi seperti di desa lain (penjarahan), makanya kami suruh buka. Karena masyarakat ini dananya ada, tapi tidak ada yang bisa dibeli," jelas Fauzi.

Desa Santong berjarak sekitar 40 menit berkendara dari pusat pemerintahan Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara. Lapangan Desa Santong dijadikan pusat pengungsian oleh warga sekitar. Namun, beberapa warga juga memilih mendirikan tenda di sekitar halaman rumah mereka demi menjaga harta benda yang tersisa.




(AZF)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id