Wagini (tengah) saat diperiksa dokter. Dokumentasi/ istimewa
Wagini (tengah) saat diperiksa dokter. Dokumentasi/ istimewa

Bocah di Kulon Progo Berjuang Rawat Ibu yang Sakit Autoimun

Ahmad Mustaqim • 25 Februari 2022 23:12
Kulon Progo: Muhammad Wahid, bocah berusia 8 tahun di Kecamatan Nanggulan, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) harus berjuang demi orang tua sekaligus untuk sekolah.
 
Wahid yang masih duduk di bangku kelas 2 SD harus berjuang merawat ibunya, Wagini, 40, yang lemah secara fisik. Secara medis, Wagini didiagnosis mengalami penyakit Myasthenia Gravis sejak 2014.
 
Baca: Bupati Tangerang Larang PT SLI Pabrik Pencemar Lingkungan Berproduksi

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dalam situs halodoc.com, penykit tersebut merupakan gangguan neuromuskular akibat kelemahan pada otot rangka yang berfungsi untuk menggerakkan tubuh. Hal itu terjadi ketika komunikasi antara sel-sel saraf dan otot menjadi terganggu.
 
Kerusakan ini mencegah kontraksi otot yang penting terjadi, mengakibatkan kelemahan otot. MG adalah gangguan neuromuskular yang disebabkan oleh masalah autoimun. Kondisi Wagini menjadi lumpuh mulai 2020.
 
Wahid harus berjuang merawat sang ibu seorang diri. Ayah Wahid sudah meninggal setahun lalu. Sementara, kakaknya, Iwan, 14, harus bekerja di luar Kulon Progo. Iwan harus rela putus sekolah.
 
Wahid menjadi tulang pungguh keluarga. Ia bekerja untuk memenuhi perekonomian keluarga dengan berjualan kelapa. Selain bekerja, Wahid juga harus melakukan semua pekerjaan rumah, termasuk merawat itunya.
 
"Dari memasak sampai membersihkan rumah juga. Dik Wahid yang membantu," kata Wagini baru-baru ini.
 
Hasil menjual kelapa tersebut tak seberapa. Harga per buahnya hanya berkisar Rp2 ribu. Tak banyak yang bisa dilakukan Wagini dan Wahid. Bahkan, untuk sekadar jajan, Wahid harus menunggu lama apabila memiliki sisa uang dari menjual kelapa.
 
Di sisi lain, Wahid masih harus berjuang untuk sekolah. Jarak rumahnya dengan sekilah sekitar 1,5 kilometer. Pihak sekolah memberikan jadwal PTM bagi Wahid pada siang hari.
 
Kirim Dokter
 
Perjuangan Wahid mendapat perhatian dari Anggota DPR, Fraksi NasDem, Subardi. Legislator di Komisi II itu mengunjungi Wahid di Dusun Sambiroto, Desa Banyuroto, Kecamatan Nanggulan, pada Kamis, 24 Februari. Subardi membawa serta dokter untuk melihat kondisi kesehatan Wagini.
 
"Hati nurani saya terpanggil. Saya ajak dokter ke sini memeriksa bu Wagini agar disembuhkan sakitnya. Kalau sudah diperiksa, direkam medis, penanganannya akan lebih baik," kata Subardi.
 
Subardi menyerahkan alat bantu jalan (walker) dan alat terapi kesehatan berteknologi infrared kepada Wagini. Wagini diberitahu langsung oleh dokter bagaimana pemakaian alat tersebut.
 
"Sebelumnya saya sudah mendengar kalau ibunya lumpuh. Makanya saya bawakan walker dan infrared untuk terapi pemulihan. Tentu alat-alat ini atas saran dokter," kata Ketua DPW NasDem DIY ini.
 
Pihaknya juga meminta koordinator Rumah Aspirasinya di Kulon Progo secara rutin membawa Wagini ke rumah sakit.
 
Menurutnya, kontrol secara berkala penting untuk melihat perkembangan Wagini. Dalam posisi Wagini mengantongi BPJS, Subardi berharap ia dibantu kontrol berobat dengan harapan bisa sembuh.
 
Saat Wagini mendapat penanganan dokter, Wahid menepi duduk di salah satu sudut rumahnya. Ia hanya terdiam melihat sang ibu mendapat penanganan medis.
 
"Sejak menderita lumpuh, Wahid merawat sang Ibu mulai dari bersih-bersih, mencari kayu bakar, memasak, hingga kadang-kadang ikut menjual kelapa. Bakti Wahid kepada sang ibu sungguh membuat saya kagum," ujar Subardi.
 
 
 
(DEN)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif