Wagini tampak terbaring ditemani anaknya, Muhammad Wahid saat di RSUD Nyi Ageng Serang. Dokumentasi/ Istimewa
Wagini tampak terbaring ditemani anaknya, Muhammad Wahid saat di RSUD Nyi Ageng Serang. Dokumentasi/ Istimewa

Perempuan Lumpuh yang Dirawat Anaknya di Kulon Progo Dapat Pengobatan

Ahmad Mustaqim • 02 Maret 2022 14:23
Kulon Progo: Wagini, perempuan lumpuh asal Kecamatan Nanggulan, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), dirujuk untuk mendapat penanganan medis di RSUD Nyi Ageng Serang, Kecamatan Sentolo, Selasa, 1 Maret 2022.
 
Perempuan 40 tahun yang hidup bersama anaknya, Muhammad Wahid, 8, itu akan diupayakan kesembuhannya dari penyakit Myasthenia Gravis sejak 2014.
 
Anggota Komisi II DPR RI, Subardi, menjadi pihak yang mengupayakan pengobatan Wagini. Sempat berkunjung di kediaman Wagini pada 24 Februari 2022, Subardi kemudian memutuskan membantu penanganan medis sepekan kemudian.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Saat itu saya janji kepada Wahid akan membawa ibunya ke rumah sakit untuk dirawat. Saya tepati. Sekarang diurus oleh Rumah Aspirasi saya di sana," kata Subardi dalam keterangan pers, Selasa, 2 Maret 2022.
 
Baca: Bocah di Kulon Progo Berjuang Rawat Ibu yang Sakit Autoimun
 
Mobil ambulans menjemput di kediaman Wagini di Dusun Sambiroto, Desa Banyuroto, Kecamatan Nanggulan tanpa ditarik biaya. Proses pengobatan Wagini akan ditanggung Subardi, termasuk keperluan administrasi lain.
 
"Jadi tinggal teknis perawatan bu Wagini nanti akan dikawal Rumah Aspirasi di Kulon Progo," kata Ketua DPW NasDem DIY tersebut.
 
Wahid turut menemani sang ibu berobat di rumah sakit. Dalam perkembangannya, Wagini dirujuk ke RSUP Dr Sardjito Yogyakarta karena RSUD Nyi Ageng Serang dalam kondisi keterbatasan peralatan medis.
 
"Sekarang bu Wagini dirawat di (RSUP Dr) Sardjito. Ini komitmen kemanusiaan kami untuk terus mengawal pengobatan beliau untuk bisa sampai sembuh," ungkap Subardi.
 
Wagini mengidap Myasthenia Gravis atau disebut juga penyakit gangguan neuromuskular akibat kelemahan pada otot rangka yang berfungsi untuk menggerakan tubuh, dalam gejala ringan awalnya mulai 2014. Kondisi menjadi parah atau Wagini menjadi lumpuh mulai 2020.
 
Saat di rumah, Wagini dirawat Wahid yang masih bocah 8 tahun. Wahid harus menanggung beban sebagai penopang kebutuhan keluarga karena sang ayah meninggal dan kakaknya, Iwan, 14, yang telah putus sekolah memutuskan bekerja di luar Kulon Progo.
 
 
 
(DEN)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif