Pintu masuk sisi barat Teras Malioboro 2
Pintu masuk sisi barat Teras Malioboro 2

Pedagang Teras Malioboro Mengeluh Omzet Turun

Ahmad Mustaqim • 24 Juni 2022 07:59
Yogyakarta: Para pedagang di Teras Malioboro 2 mengeluhkan merosotnya omzet penjualan usai direlokasi dari emperan toko. Padahal, situasi wisata di Yogyakarta, termasuk di kawasan Malioboro kini berangsur pulih dari pandemi covid-19.
 
Para pedagang mengadu ke Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Kamis, 23 Juni 2022. Kondisi sepi penjualan dialami pedagang di bagian belakang Teras Malioboro atau yang dekat dengan Jalan Mataram.
 
"Pengunjung hanya jalan sampai bagian tengah terus balik. Pedagang yang sisi timur sepi (pembeli)," kata salah seorang pedagang Teras Malioboro 2, Supriyati, di Kompleks Kantor Pemerintah DIY.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia mengatakan kunjungan wisatawan hanya banyak tertuju di bagian barat dan tengah. Menurut dia, kondisi itu terjadi baik saat ramai wisatawan di Malioboro maupun landai.
 
Sepinya pembeli ditunjukkan dari pendapatan para pedagang. Saat masih berjualan di emperan toko di kawasan Malioboro, kata dia, omzet mencapaiRp1 juta per hari. Saat ini, pendapatan hanya sekitar Rp400 ribu.
 
Baca juga: Wisatawan Malioboro Diminta Tetap Pakai Masker

 
"Itu Rp400 ribu (berjualan) dari jam tujuh sampai malam baru tutup," kata dia.
 
Ia meminta pemerintah tak hanya merelokasi pedagang tanpa menjamin pendapatan para eks PKL Malioboro tersebut. Supriyati menilai salah satu langkah yang bisa dilakukan dengan membuka pintu sisi timur Teras Malioboro 2.
 
Selain persoalan pengunjung, lanjutnya, juga ada masalah fasilitas termasuk aliran listrik. Ia mengatakan aliran listrik pernah padam hingga setengah hari. Selain itu ada juga persoalan atap bocor di berbagai titik.
 
Sekretaris Daerah Pemerintah DIY, Kadarmanta Baskara Aji, mengatakan akan mengomunikasikan situasi itu dengan Pemerintah Kota Yogyakarta. Menurut dia, kewenangan atas permasalahan itu ada di Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta.
 
"Ini audiensi dan banyak masukan bagus dari pedagang. Nanti kami koordinasikan ke Dinas Kebudayaan Kota selaku penanggung jawab," singkatnya.

 
(MEL)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif