ilustrasi/MI
ilustrasi/MI

Disnakertrans DKI Pelototi Sistem Kerja di Sektor Nonesensial

Nasional DKI Jakarta Virus Korona covid-19 pandemi covid-19 PPKM PPKM Darurat
Kautsar Widya Prabowo • 22 September 2021 13:04
Jakarta: Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) dan Energi DKI Jakarta akan memperketat pengawasan terhadap perusahaan nonesensial yang menerapkan kerja dari kantor atau work from office (WFO) secara penuh. Perusahaan nonesensial dapat menerapkan WFO 25 persen setelah surat keputusan (SK) Kepala Disnakertrnas turun. 
 
"Kita akan laksankaan giat monitoring dan pengawasan yang tadinya melakukan pengawasan dan monitoring untuk sektor kritikal dan esensial kita juga melakukan pengawasan di sektor nonesensial yang sudah bisa beroperasi," ujar Kadisnakertrans dan Energi DKI Jakarta Andri Yansyah saat dikonfirmasi, Rabu, 22 September 2021.
 
Andri menjelaskan pengawasan untuk memastikan perusahaan terkait telah menerapkan protokol kesehatan (prokes) secara tepat, terutama dalam penggunaan aplikasi PeduliLindungi. Ia menekankan aplikasi tersebut wajib digunakan sebagai skrining kesehatan karyawan. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Pekerjanya itu menggunakan aplikasi PeduliLindungi, kalau belum ya jangan suruh masuk. Yang boleh masuk yang udah mengakses PeduliLindungi," jelasnya.
 
Selain itu, karyawan yang belum divaksin tidak diperbolehkan WFO. Pihaknya memastikan akan memberikan sanksi tegas kepada perusahaan yang melanggar. 
 
Baca: Perubahan Aturan PPKM Disertai Evaluasi
 
"Semakin dia taat semakin baik, tapi semakin tegas juga sanksi yang diberikan apabila dia tidak melakukan ketentuan yang sudah ditetapkan," jelasnya.
 
Sebelumnya, Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Jawa-Bali diperpanjang hingga 4 Oktober 2021. Kebijakan tersebut diikuti beberapa pelonggaran aktivitas masyarakat. 
 
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan perkantoran nonesensial di kabupaten/kota level 3 dapat menerapkan WFO 25 persen. Namun, hal itu hanya diperuntukkan bagi pegawai yang sudah divaksinasi. 
 
"(Masuk kantor) harus sudah memakai QR PeduliLindungi," jelas Luhut dalam konferensi pers virtual, Senin, 20 September 2021.
 
(NUR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif