Ilustrasi/Petugas menempelkan stiker 'Objek Pajak' pada mobil mewah/Antara/M Risyal Hidayat.
Ilustrasi/Petugas menempelkan stiker 'Objek Pajak' pada mobil mewah/Antara/M Risyal Hidayat.

51 Mobil Mewah di PIK Mengemplang Pajak

Nasional pajak kendaraan
Yurike Budiman • 19 Februari 2020 17:13
Jakarta: Sebanyak 173 mobil mewah terjaring razia pajak kendaraan. Razia dilakukan di Jalan Pantai Indah Timur, Pantai Indah Kapuk (PIK), Penjaringan, Jakarta Utara.
 
"Dari jumlah tersebut, 51 kendaraan belum melunasi kewajiban membayar pajak," kata Kepala Unit Pelayanan Pemungutan (UPP) Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu, Wigat Prasetyo, Rabu, 19 Februari 2020.
 
Dari 51 pengendara yang menunggak pajak, 16 pengendara memutuskan langsung membayar di lokasi razia. Petugas mengarahkan pemilik kendaraan ke mobil Samsat Keliling.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"16 kendaraan itu total nilai tunggakannya mencapai Rp 74.477.050," kata Wigat.
 
51 Mobil Mewah di PIK Mengemplang Pajak
Ilustrasi mobil mewah/Media Indonesia
 
Sementara itu, 35 pengendara lainnya tak langsung membayar. Mereka membuat surat pernyataan kesanggupan menyelesaikan pembayaran PKB/BBN-KB.
 
"Bagi mereka yang membuat pernyataan ini diberi waktu satu minggu untuk melunasi pajak kendaraan bermotornya. 35 kendaraan ini potensi pajaknya mencapai Rp 162.519.900," kata Wigat.
 
Pada Desember 2019, Kepala Samsat Jakarta Selatan, Khairil Anwar, pernah membeberkan besaran potensi pajak kendaraan di Jakarta. Hitungannya kala itu, 5,1 juta mobil dan motor di DKI mengemplang pajak senilai Rp2,1 triliun.
 
Khairil mengatakan, kendaraan pengemplang pajak terbanyak berasal dari Jakarta Selatan. Jumlahnya mencapai 1,1 juta kendaraan dengan potensi pajak Rp500 miliar.
 
Kendaraan menunggak pajak jika lewat setahun dari tanggal yang ditentukan. Jika kedapatan mengemplang saat razia, pengendara diberi dua pilihan, yakni melunasi atau menyatakan kesanggupan melalui pernyataan tertulis.
 
Sedangkan yang belum mencapai setahun hanya akan diberikan imbauan dan flyer. Namun jika imbauan tak diabaikan, mobil bakal ditempeli stiker yang ditempel dengan alat khusus, sehingga tak bisa dilepas dari kendaraan.
 
(ADN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif