Sebagian warga RT006 RW 007, Kelurahan Jatipulo, Kecamatan Palmerah, Jakarta Barat. (Foto: Medcom.id/Kautsar Prabowo)
Sebagian warga RT006 RW 007, Kelurahan Jatipulo, Kecamatan Palmerah, Jakarta Barat. (Foto: Medcom.id/Kautsar Prabowo)

Warga Jatipulo Keluhkan Penggunaan Air Tanah

Nasional krisis air bersih
Kautsar Widya Prabowo • 06 Juli 2019 23:39
Jakarta: Warga RW007, Jatipulo, Palmerah, Jakarta Barat terpaksa menggunakan air tanah dalam kegiatan sehari-hari untuk memnuhi kebutuhan air. Meski air tanah mengeluarkan bau yang tidak sedap hingga memunculkan warna yang keruh.
 
Pengunaan air tanah oleh masyarakat diperuntukan untuk mencuci pakaian, piring atau untuk mandi dan kegiatan lainya. Puji,52, warga RT003 menjadi salah satu warga yang tetap menggunakan air tanah. Ia mensiasati buruknya air tanah dengan menggunakan bahan pengawet makanan bernama sitrun.
 
"Iya itu bahan pengawet di es buah kita gunakan untuk membuat air tanah menjadi bersih," ujar Puji kepada Medcom.id, di Jatipulo, Palmerah, Jakarta Barat, Sabtu, 6 Juli 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Langkah tersebut pun juga dilakukan oleh Yani,38, yang mengaku beberapa kali menggunakan sitrun dalam menetralisir warna yang keruh. Namun kini tidak lagi menggunakan sitrun, yang sempat membuat bajunya menjadi rusak.
 
"Ya kalau pakai sitrun pasti kerusak baju, makanya saya pakai sabun colek saja," tururya.
 
Alhasil, ia pasrah dengan imbas yang terjadi dari penggunaan air tanah. Pasalnya air tanah cukup membawa dampak yang cukup besar untuk fisiknya hinngga perabotan rumah tangga.
 
"Baju, kaki kuning, piring, gayung ember kuning, baju-baju juga jadi kusam," tuturnya.
 
Sementara itu, di RW007, Keluruhan Jatipulo, Kecamatan Pal Merah, Jakarta Barat, warga sulit mendapat air bersih dari Perusahan Air Minum (PAM). Masyarakat baru dapat mengakses air dari PAM ketika tengah malam.
 
Selain itu, tidak sedikit masyarkat yang harus merogoh kocek lebih dalam untuk memperoleh air bersih dari pedagang air keliling. Air bersih dijual dengan harga Rp5.000 per satu jerigen. Ada juga masyarkat yang harus berlangganan air bersih dengan harga Rp150 ribu per bulan, dari salah satu rumah warga yang memiliki pompa air.
 
Kondisi yang tidak menentu ini rupanya sudah terjadi cukup lama. Namun, sampai saat ini pemerintah belum turun tangan untuk merampungkan permasalahan air bersih.
 

(DMR)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif