Depo rangkaian kereta Moda Raya Terpadu (MRT) di Lebak Bulus, Jakarta. Foto: MI/Susanto.
Depo rangkaian kereta Moda Raya Terpadu (MRT) di Lebak Bulus, Jakarta. Foto: MI/Susanto.

Parkir 'Tempelan' hingga PKL Jadi PR MRT

Nasional mrt
Lukman Diah Sari • 29 April 2019 16:14
Jakarta: Ketua Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ) Iskandar Abubakar mengkritik Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta yang sudah sebulan lebih beroperasi. Dia menyelipkan beberapa catatan yang harus diperhatikan transportasi massal ini.
 
“Kita awali dari (Stasiun) Lebak Bulus, park and ride itu just 'tempelan' saja,” kata Iskandar dalam FGD di Aula Dinas Perumahan Rakyat dan Pemukiman DKI Jakarta, Jalan Taman Jati Baru, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin, 29 April 2019.
 
Menurut dia, parkiran yang disinggahi warga tidak memenuhi syarat. Padahal, kata dia, parkiran untuk transportasi massal butuh sistem yang terencana dengan baik.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Ada juga akses pejalan kaki enggak enak, sempit dan tiba-tiba naik turun. Jika yang menggunakan kursi roda pasti akan sulit,” ungkap dia.
 
Tak hanya itu, dia menilai banyak angkutan kota (angkot) yang mangkal di sekitar stasiun MRT. Angkot yang ngetem bisa mengakibatkan masalah.“Bila angkot sudah mulai ngetem, kita akan kesusahan mengendalikan angkot tersebut,” ujar dia.
 
Selain angkot, mobil penunggu penumpang maupun taksi daring kerap memenuhi sekitar stasiun MRT saat pagi dan sore hari. Kondisi ini bakal menjadi masalah di kemudian hari.
 
“Ada juga pedagang kaki lima (PKL) mulai muncul, masalahnya jangan sampai tidak terkendali seperti sekitar Tanah Abang, pedagang kaki lima ini luar biasa. Akhirnya mereka lebih berkuasa dari pada petugas,” beber dia.
 
Catatan negatif lainnya adalah soal perjalanan lanjutan dan pengumpan MRT yang kurang jelas. Padahal, Dinas Perhubungan (Dishub) DKI berperan penting menciptakan sistem terpadu dengan MRT.
 
“Sehingga pengguna akan gampang menggunakan MRT atau angkutan terakhir (lanjutan),” imbuh dia.
 
Dia menyinggung, soal tidak adanya akses dari Koridor 13 CSW dan ASEAN. Padahal, kata Iskandar, bila ada koneksi langsung di Koridor 13, angkutan pengumpan bisa hadir untuk MRT. “Keduanya akan mendapat manfaat besar,” imbuh dia.
 
Baca: MRT Diyakini Tak Pengaruhi Penjualan Kendaraan
 
Selain itu, DTKJ juga mengkritik soal stasiun MRT yang terhubung ke pasar niaga hanya di Plaza Blok M. Iskandar mengatakan harusnya MRT juga membuat stasiun koneksi di Plaza Indonesia.
 
“Saya kira akan lebih bagus, bila ada koneksi ke pasar niaga tersebut karena keduanya akan mendapat benefit,” ucap dia.
 
Iskandar juga mencatat soal penggunaan kartu berbayar untuk MRT yang masih terbatas. Dia berharap kelak MRT bisa menggunakan segala sistem pembayaran. Iskandar juga menemukan adanya vending machine yang rusak.
 
“Repons gate juga lambat. Gate juga tidak bisa bunyi saat di-tap. Dari Pertuni (Persatuan Tunanetra Indonesia) mengeluhkan itu karena mereka hanya bisa mendengar tidak bisa melihat,” tandas dia.

 

(OGI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

MAGHRIB 17:47
DOWNLOAD JADWAL

Untuk Jakarta dan sekitarnya

  • IMSAK04:25
  • SUBUH04:35
  • DZUHUR11:53
  • ASHAR15:14
  • ISYA19:00

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif