Pedagang Pasar Nangka berjualan di atas trotoar Jalan Kali Baru Timur Barat, Kemayoran, Jakarta Pusat. Medcom.id/Christian
Pedagang Pasar Nangka berjualan di atas trotoar Jalan Kali Baru Timur Barat, Kemayoran, Jakarta Pusat. Medcom.id/Christian

Punya Kios di dalam Pasar Nangka, Pedagang Malah Berjualan di Atas Trotoar

Christian • 30 Maret 2022 05:46
Jakarta: Pedagang Pasar Nangka menduduki trotoar di Jalan Kali Baru Timur Barat, Kemayoran, Jakarta Pusat. Mereka lebih memilih berjualan di atas trotoar meskipun sudah memiliki kios di dalam pasar.
 
"Iya mereka itu pedagang daging dan sayur memang menyewa kios di dalam pasar. Tapi mereka lebih memilih berdagang di atas pedestrian tempat pejalan kaki berjalan," kata Kepala Pasar Nangka, Sriyono, saat dihubungi Medcom.id, Selasa, 29 Maret 2022.
 
Sriyono mengatakan pedagang lebih memilih berjulan di atas trotoar karena jauh lebih ramai ketimbang di dalam pasar. Namun, Sriyono menyayangkan langkah pedagang tersebut.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Mereka masih sewa kios, tapi ya gitu kios dibiarkan kosong oleh pedagang," terang dia.
 
Jajaran pengelola Pasar Nangka sudah melayangkan surat peringatan satu hingga ketiga. Namun, para pedagang tak menggubris surat peringatan tersebut.
 
"Ini kan sudah surat peringatan ketiga, kalau mereka tetap nekat maka kios mereka akan kita segel secara permanen," tegas dia.
 
Sementara itu, Camat Kemayoran Asep Mulyaman mengatakan jajaranya tidak mempunyai data pasti terhadap jumlah pedagang yang berjualan di atas trotoar Jalan Kali Baru Timur depan Pasar Nangka. Pasalnya, jumlah pedagang terus bertambah.
 
"Angka pasti kita tidak tahu berapa. Kita tidak pernah berikan izin mereka dagang di situ. Pada pedagang bisa saja berurusan dengan siapa di situ, ya bukan menuduhkan. Apa mungkin ada yang koordinir seperti pihak pasar, pengurus RT atau RW," ujar Asep.
 
Baca: Pemerintah Dorong Pemanfaatan Teknologi Digital di Pasar Tradisional

Keluhan Pejalan Kaki

Jalur pedestrian di Jalan Kali Baru Timur, Kemayoran, Jakarta Pusat, berubah menjadi tempat berjualan pedagang. Situasi ini dikeluhkan pejalan kaki.
 
Pejalan kaki, Manurung, 56, menyayangkan alih fungsi jalur pedestrian tersebut. Dia mengatakan keberadaan para pedagang di atas trotoar membuat para pejalan kaki terpaksa melintas di bahu jalan raya.
 
"Itu jelas-jelas buat pejalan kaki, apalagi di situ ada guiding block atau jalan pemandu yang merupakan fasilitas bagi penyandang disabilitas tapi malah buat berdagang," keluh Manurung di kawasan Pasar Nangka Bungur, Jakarta Pusat, Senin, 28 Maret 2022.
 
(AZF)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif