Ilustrasi--Kabut pekat polusi udara menutupi gedung-gedung tinggi perkantoran di Jakarta. (Foto: MI/Susanto)
Ilustrasi--Kabut pekat polusi udara menutupi gedung-gedung tinggi perkantoran di Jakarta. (Foto: MI/Susanto)

Jumlah Alat Ukur Kualitas Udara Jakarta Belum Ideal

Nasional polusi udara
Nur Azizah • 05 Juli 2019 13:29
Jakarta: Jumlah alat ukur kualitas udara DKI Jakarta dinilai belum ideal. Pemprov DKI kini hanya memiliki delapan alat pengukur yang terdiri dari lima alat fixed station dan tiga mobile stations.
 
Lima fixed station itu berada di Kawasan Kota Tua Jakarta, Hotel Indonesia, Jagakarsa, Lubang Buaya dan Kebon Jeruk. Sementara itu, tiga alat lainnya berpindah-pindah terganggu kebutuhan.
 
Pelaksana tugas Dinas Lingkungan Hidup Andono mengatakan ada dua riset jumlah alat ukur kualitas udara. Bila menggunakan riset tersebut idealnya ada sekitar 13-25 alat ukur kualitas udara.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Pertama, dengan pendekatan satu juta penduduk per alat. Bila menggunakan ini berarti kita butuh 13 alat di Jakarta," kata Andono saat dihubungi, Jakarta, Jumat, 5 Juli 2019.
 
Pendekatan kedua berbasis jumlah wilayah Jakarta. Setiap alat dilekatkan per 25 kilometer persegi.
 
"Karena ada 650 kilometer persegi, Jakarta butuh sekitar 25 alat. Itu baru hasil dari jumlah riset ya," ucap dia.
 
Andono menyebut satu alat ukur dibutuhkan biaya sekitar Rp5 miliar. Pemprov DKI perlu menambah lima alat dengan anggaran Rp25 miliar untuk memenuhi kebutuhan 13 alat ukur.
 

(AZF)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif