Jakarta Kekurangan Daerah Resapan Air

Dhaifurrakhman Abas 15 Februari 2018 19:48 WIB
banjir jakarta
Jakarta Kekurangan Daerah Resapan Air
Anak-anak bermain saat banjir melanda kawasan Kampung Pulo, Jakarta. (Foto: ANTARA/Galih Pradipta)
Jakarta: Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho, menyebut Jakarta rawan kebanjiran. Penyebabnya yakni kurangnya kawasan resapan air di Ibu Kota.

"Ditambah kondisi permukaan (tanah) yang kedap air dan tebatasnya resapan air, dan konservasi tanah dan air telah menyebabkan sekitar 85 persen curah hujan yang jatuh dikonservasi menjadi aliran permukaan," kata Sutopo, melalui keterangan tertulis, Kamis, 15 Januari 2018.

Kondisi itu juga ditambah dengan pembangunan di Jakarta yang semakin masif. Akibatnya, hujan lebat yang menyebabkan genangan air tak mampu teralirkan dengan baik. 


Ia melanjutkan, hujan malah menyebabkan aliran permukaan melebihi kapasitas pengairan. "Itulah  yang menyebabkan setiap hujan deras sering timbul banjir dan genangan," ujarnya.

Sutopo mengatakan, kondisi permukaan tanah Jakarta saat ini hanya mampu menyerap sedikitnya 15 persen genangan air ke dalam tanah. Untuk itu, kata dia, pemerintah musti memperbanyak pembangunan kawasan air.

"Seperti pembangunan embung, sumur resapan, danau mini, biopori, restorasi anak suangai dan taman sebagai wadah yang mampu meresap air," ujar dia.



(DMR)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id