Ganjil Genap Contoh untuk Daerah Lain
Kendaran roda empat berpelat nomor ganjil dan genap melewati jalan Gatot Subroto, Jakarta. Foto: MI/Ramdani.
Jakarta: Efektifitas perluasan ganjil genap di Ibu Kota dinilai membawa dampak positif bagi daerah lain. Direktur Jenderal (Dirjen) Perhubungan Darat Budi Setiadi menyebut provinsi atau kota lainnya bisa meniru untuk menata lalu lintas.

"Dapat diteruskan, misalnya di Makassar di Jalan Petarani, kondisi sudah sedemikian macetnya," kata Budi di kawasan Pecenongan, Jakarta Pusat, Rabu, 12 September 2018.

Daerah, kata dia, belum berani melakukan kebijakan serupa ganjil-genap. Padahal, kemacetan menjadi permasalahan yang jamak terjadi, tak hanya di Jakarta saja. "Minimal evaluasi tentang rekayasa lalu lintas dengan ganjil genap," ungkap dia.


Proyeksi yang memungkinkan, pengaplikasian ganjil genap dalam acara di daerah, seperti Pekan Olahraga Nasional (PON) 2020 di Jayapura, Papua. Kegiatan nasional di daerah bisa dimanfaatkan untuk mengakrabkan publik dengan kebijakan itu.

"Saya kira ini jadi metode untuk kebiasaan kita untuk momen tertentu, agar kegiatan berjalan lancar," imbuh dia.

Baca: Tim Kajian Dibentuk Mempermanenkan Ganjil Genap

Dengan demikian, Budi melihat masyarakat akan perlahan belajar tentang filosofi ganjil genap. Pasalnya, hal ini adalah langkah strategis untuk mengubah kebiasaan masyarakat agar beralih ke angkutan umum. 

Dia juga mengusulkan kebijakan ganjil genap diimplementasikan di lokasi kegiatan internasional. "Misalnya di Denpasar, Bali, itu kan di sana banyak sekali event internasional," ungkap dia.




(OGI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id