Bulog Pastikan Stok Beras Aman Jelang Nataru

Sunnaholomi Halakrispen 16 November 2018 03:31 WIB
stok beras
Bulog Pastikan Stok Beras Aman Jelang Nataru
Ilustrasi. Foto: MI/Jhoni Kristian
Jakarta: Direktur Operasional Pelayanan Publik Perum Bulog, Tri Wahyudi, menyatakan pihaknya telah mendistribusikan stok beras ke wilayah Indonesia. Yakni sekitar 2,5 juta ton beras menjelang perayaan hari natal dan tahun baru (nataru).

"Untuk sampai panen berikutnya stok kami sekitar 2,5 juta ton, itu sudah tersebar diseluruh wilayah dan kami sudah bekerjasama dengan pemerintah daerah. Bahkan dengan reskrimsus Polda untuk mengawasi dan melaksanakan pemantauan distribusi ini," ujar Tri di Kantor Bareskrim Polri, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis, 15 November 2018.

Stok beras diyakini memenuhi kebutuhan masyarakat, bahkan hingga musim panen berikutnya. Ia menargetkan, stok beras dapat menstabilkan harga beras di pasar. 


Dia memaparkan, pihaknya turut menyuplai beras dengan tiga mekanisme. Ketiganya melalui operasi pasar oleh satgas pangan, kemudian secara langsung di pasaran, serta melakukan operasi pasar di tingkat kelurahan. 

Ketiga sistem itu dilakukan agar masyarakat tidak kesulitan mendapat beras jelang natal dan tahun baru. Namun, perbedaan harga beras terjadi di Jawa, Lampung, Sulawesi, dan Bali.

Harga beras berada di antara Rp8.500 hingga Rp9.450 per kilogram. Sedangkan, Rp8.600 hingga Rp9.950 per kilogram di wilayah Sumatera, NTT, Kalimantan dan Papua. 

"Harga memang sesuai peraturan Bulog hanya bisa menjual setinggi HET. Dan ada kesepakatan dari managemen dan beberapa kementerian untuk mengambil harga tengah antara HET terendah dan tertinggi. Maka di wilayah 1 harga beras berkisar antara Rp8.500 sedangkan wilayah 2 berkisar antara Rp8.600," papar Tri.

Kenaikan harga beras akan terjadi di awal tahun hingga Maret atau April. Kemudian, naik lagi saat akhir bulan menjelang natal.

"Stok biasa keluar itu di bulan Januari karena panen kan baru April, kemudian berlanjut di November dan Desember. Setiap tahun seperti itu, tapi stok kami pantau selalu ada," tandasnya.



(LDS)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id