NEWSTICKER
Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan DKI Jakarta Weningtyas/Medcom.id/Cindy
Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan DKI Jakarta Weningtyas/Medcom.id/Cindy

Anies Akan Gandeng RS Swasta Rujuk Pasien Korona

Nasional dki jakarta Virus Korona
Insi Nantika Jelita • 17 Maret 2020 22:35
Jakarta: Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan menggandeng rumah sakit (RS) swasta. Diharapkan fasilitas kesehatan privat itu jadi rujukan pasien korona atau covid-19.
 
"Besok kita akan melakukan pertemuan dengan pimpinan dari grup besar rumah sakit, seperti Mayapada Group, Siloam Group, Hermina Group, dan sebagainya. Rumah sakit swasta itu kemungkinan dapat digunakan sebagai rumah sakit rujukan," kata Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan DKI Jakarta Weningtyas di Gedung Balai Kota Jakarta, Selasa, 17 Maret 2020.
 
Baca:RS Rujukan Infeksi Korona di DKI Ditambah Tiga

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain itu, pihaknya menambah tiga rs rujukan untuk menampung pasien korona. Yakni RS Duren Sawit di Jakarta Timur, RS Pelni di Jakarta Barat dan RS Tarakan di Jakarta Pusat.
 
"Tiga RS rujukan itu sudah dapat menerima Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan pasien positif (covid 19)," kata Weningtyas.
 
Anies Akan Gandeng RS Swasta Rujuk Pasien Korona
Grafis/Medcom.id.
 
Pihaknya juga menambah 300 tempat tidur untuk menampung pasien korona. Sebanyak 500 ranjang tambahan juga disiapkan.
 
"500 bed tersebut sedang kami inventarisir," kata Weningtyas.
 
Hingga kini tercatat ada 11 RS rujukan untuk pasien korona. Antara lain yakni RS Polri di Jakarta Timur, RS TNI Angkatan Laut Mintoharjo di Jakarta Pusat, RSUD Pasar Minggu di Jakarta Selatan dan RSUD Cengkareng di Jakarta Barat.
 
Selanjutnya, RSPI Sulianti Saroso di Jakarta Utara, RSUP Persahabatan di Jakarta Timur, dan RSPAD Gatot Soebroto di Jakarta Pusat.
 
Weningtyas menyebut sudah melakukan pertemuan dengan jejaring laboratorium yang telah ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan. Laboratorium yang ditunjuk akan meneliti virus dan menemukan antivirus.
 
"Yaitu Eijkman, Mikrobiologi UI, dan Labkesda. Dimana saat ini telah dilakukan koordinasi persiapan-persiapan, SOP-SOP yang digunakan," kata Weningtyas.
 

(ADN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif