Ilustrasi. Medcom.id
Ilustrasi. Medcom.id

Atasi Banjir Tegal Alur, Dinas SDA DKI Bangun Polder

Nasional hujan banjir banjir jakarta DKI Jakarta Pemprov DKI Jakarta Banjir banjir rob
Putri Anisa Yuliani • 24 Januari 2022 00:36
Jakarta: Hujan ekstrem dan hujan susulan setiap hari ditambah air laut pasang mengakibatkan Kali Semongol meluap, serta menggenangi permukiman di RT 1-8 RW 4, Kelurahan Tegal Alur, Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat. Petugas terus bersiaga meminimalisasi genangan di area tersebut.
 
Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta Yusmada Faizal menjelaskan area yang terdapat genangan ini merupakan dataran rendah serta banyak cekungan yang berada di sekitar Kali Semongol/Kamal, dan bermuara ke laut di Kamal Muara. Masyarakat diimbau waspada saat hujan turun dan air laut pasang (rob).
 
"Area ini adalah pinggir dari Tegal Alur, Kalideres, hulunya ada di perbatasan Kota Jakarta-Tangerang. Kali Semongol ini muaranya ada di Kamal Muara yang terpengaruh pasang surut air laut. Area ini walau enggak hujan, kalau air laut pasang saja, area ini jadi tergenang," kata Yusmada, Minggu, 23 Januari 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bergerak cepat dalam menangani dampak hujan dan rob di area ini. Ada 12 pompa apung dan lima pompa mobile yang beroperasi sejak 18 Januari, dan bala bantuan beberapa unit armada branwir Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) untuk membantu menangani banjir di Tegal Alur.
 
“Seluruh petugas di jajaran Pemprov DKI, termasuk Dinas Sumber Daya Air (SDA), bergerak cepat menyiagakan dan mengoperasikan pompa-pompa mobile dan apung di area-area cekungan untuk segera menyurutkan air. Kemudian, kami juga melakukan penguatan tanggul kali sebagai upaya menanganinya,” terang dia.
 
Sebagai antisipasi ke depannya, Dinas SDA sedang membangun polder Kamal untuk mencegah genangan atau banjir di wilayah tersebut. "Sasaran outputnya membuat katup (pintu air) penahan rob dan pompa besar kapasitas 30 m3/detik, sehingga dapat mencegah terjadinya genangan di permukiman,” ujar Yusmada.
 
Baca: 102 RT Terendam Banjir, Ini Penjelasan Pemprov DKI
 
Sementara itu, Plt. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jakarta Sabdo Kurnianto menambahkan Pemprov DKI secara sigap dan tanggap mengevakuasi dan membantu masyarakat terdampak. BPBD selalu berkoordinasi dengan SDA, Disgulkarmat, dan wali kota untuk percepatan recovery dengan penambahan sarana pompa, kebutuhan logistik seperti tenda, velbed, minum, makanan ringan, matras, terpal, dan lain-lain.
 
“Sedangkan, makanan siap saji dikoordinasikan oleh Dinas Sosial sesuai hasil asesmen di lapangan. Kami menyalurkan kebutuhan masyarakat saat mengungsi di lokasi-lokasi pengungsian yang sudah disiapkan, seperti rusun, masjid, sekolah dengan tambahan tenda pengungsi,” jelas dia.
 
Sabdo menambahkan per hari ini, seluruh pengungsi sudah kembali ke rumahnya masing-masing. BPBD berkolaborasi dengan PPSU Kelurahan Tegal Alur, dan warga sekitar untuk melakukan kerja bakti penyedotan sisa genangan air, pembersihan lumpur, serta sampah.
 
“Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa. Keselamatan masyarakat adalah hal yang utama bagi kami," ucap dia.
 
Untuk itu, BPBD DKI juga melakukan kegiatan layanan dukungan psikososial/PFA pasca bencana banjir. Kegiatan PFA ini juga disertai dengan memberikan bantuan logistik, berupa makanan dan minuman bagi anak-anak.
 
Pemprov DKI juga mengimbau masyarakat untuk memantau informasi terkini mengenai wilayah terdampak banjir dan genangan melalui link https://pantaubanjir.jakarta.go.id/peta-banjir-berbasiskan-rt, aplikasi JAKI, maupun akun Twitter, @BPBDJakarta. Perkembangan terkini wilayah terdampak banjir dan genangan akan diperbarui setiap tiga jam. Hubungi Call Center Jakarta Siaga 112 apabila membutuhkan bantuan lebih lanjut.
 
(AZF)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif