Kepala BNPB Doni Monardo mengikuti rapat kerja dengan Komisi VIII DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, 3 September 2020. Foto: Antara/Akbar Nugroho Gumay
Kepala BNPB Doni Monardo mengikuti rapat kerja dengan Komisi VIII DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, 3 September 2020. Foto: Antara/Akbar Nugroho Gumay

Okupansi Tempat Tidur ICU Covid-19 di DKI Turun Jadi 70,52%

Nasional Virus Korona Satgas Covid-19
Theofilus Ifan Sucipto • 12 Oktober 2020 16:03
Jakarta: Tingkat hunian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) di fasilitas isolasi dan intensive care unit (ICU) kasuscovid-19 di DKI Jakarta menyusut selama Minggu, 13 September, hingga Minggu, 11 Oktober 2020. Pasalnya, pasien yang sembuh dan fasilitas perawatan terus bertambah.
 
"Keterpakaian tempat tidur isolasi dan ICU menurun,” kata Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Doni Monardo dalam konferensi pers di Gedung Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta Timur, Senin, 12 Oktober 2020.
 
Menurut dia, BOR tempat isolasi pada 13 September 2020 mencapai 74,56 persen. Rasio ini turun 10,08 persen menjadi 64,48 persen per 11 Oktober 2020. Sementara itu, BOR ICU turun 11,77 persen dari 82,99 persen menjadi 70,52 persen.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Doni bercerita sempat bertemu Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pada Kamis, 23 Juli 2020. Kala itu, dia menyampaikan potensi pelonjakan kasus covid-19 serta niat pemerintah pusat menambah fasilitas isolasi dan ICU khusus covid-19 di rumah sakit (RS) rujukan DKI.
 
Pada 13 September 2020, hanya ada 4.254 tempat tidur isolasi di DKI. Fasilitas itu kemudian bertambah menjadi 5.721 kasur per 11 Oktober 2020. Sementara itu, DKI awalnya hanya memiliki 584 tempat tidur ICU lalu bertambah menjadi 770 hingga 11 Oktober 2020.
 
Kepala BNPB itu menjelaskan penurunan BOR menunjukkan semakin banyak pasien yang terbebas dari virus korona. Usaha pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan dinilai membuahkan hasil.
 
Baca: Program PEN Diproyeksikan Bisa Ganjal Pertumbuhan Ekonomi 5%
 
Meski begitu, Doni meminta masyarakat tetap mewaspadai potensi penularan virus berbahaya yang pertama kali muncul di Wuhan, Tiongkok, itu. Dia mengimbau masyarakat mengecek kesehatan jika mengalami gejala ringan covid-19.
 
“Langsung melakukan langkah pengobatan dengan harapan masyarakat cepat pulih,” tutur jenderal bintang tiga itu.
 
(OGI)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif