Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Medcom.id/Theofilus Ifan Sucipto
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Medcom.id/Theofilus Ifan Sucipto

Anies: Hanya 0,013% dari 4,2 Juta Penerima Vaksin Meninggal Akibat Covid-19

Nasional DKI Jakarta Virus Korona kemenkes pandemi covid-19 vaksin covid-19 Vaksin Slank untuk Indonesia
Fachri Audhia Hafiez • 31 Juli 2021 19:04
Jakarta: Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan program vaksinasi mampu menekan penularan hingga angka kematian akibat covid-19. Jumlah kematian semakin sedikit setelah divaksinasi.
 
"Dari 4,2 juta orang yang tadi sudah divaksin ber-KTP DKI hanya 0,013 persen yang meninggal sesudah terpapar covid-19 atau kira-kira 13 kasus per 100 ribu penduduk," kata Anies melalui konferensi televideo, Sabtu, 31 Juli 2021.
 
Anies menyimpulkan case fatality rate atau tingkat kematian kasus menurun sampai kurang dari 1/3 dibandingkan mereka yang belum vaksin. Dengan demikian, risiko kematian bisa ditekan setelah menerima vaksin.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu mengingatkan publik tidak salah mengartikan dan menganggap kematian sekadar angka statistik. Sebab, banyak keluarga hingga kerabat merasa kehilangan akibat tertular covid-19.
 
"Kita harus ikhtiar untuk mengurangi risiko, meninggikan potensi keselamatan diri, keselamatan keluarga, keselamatan lingkungan kita. Dengan cara melakukan vaksinasi," ujar Anies.
 
(Baca: Tembus 7,5 Juta Orang, DKI Jakarta Lampaui Target Vaksinasi)
 
Anies juga membeberkan dari 4,2 juta orang ber-KTP DKI Jakarta yang sudah divaksin, hanya 2,3 persen yang tetap terinfeksi. Pasien yang terinfeksi juga tak mengalami gejala berat.
 
"Angkanya kecil sekali dan sebagian besar dari mereka yang terinfeksi ini, dari 2,3 persen itu, mereka tidak bergejala atau bergejala ringan," ujar Anies.
 
Jumlah penerima vaksin covid-19 di DKI Jakarta tembus 7,5 juta orang per Sabtu, 31 Juli 2021. Jumlah itu sudah melampaui target yang ditetapkan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).
 
Sebanyak 7,5 juta orang tersebut sekitar 3 juta di antaranya bukan ber-KTP DKI Jakarta. Mereka yang bukan ber-KTP DKI Jakarta tetapi menerima vaksin karena berdomisili serta sebagian aktivitas di Ibu Kota.

Vaksin untuk Indonesia

Dalam upaya mendukung vaksinasi di Tanah Air, Media Group bersama Slank menggelorakan kampanye sosial bertajuk "Vaksin untuk Indonesia". Kampanye ini adalah upaya untuk bersama-sama bangkit dari pandemi dan memupuk optimisme menuju normal baru dengan terus menjaga kesehatan fisik dan mental. Vaksin dalam tajuk ini bukan saja berarti "obat" atau "anti-virus", tetapi juga upaya untuk menguatkan kembali mental dan spirit kita di tengah kesulitan akibat pandemi.
 
"Slank dan Media Group bikin gerakan yang bertema 'Vaksin untuk Indonesia'. Berharap lewat musik dan dialog, acara ini bisa menyemangati dampak pandemi yang mengenai kehidupan kita, supaya tetap semangat. Kita hibur supaya senang, supaya imun kita naik juga. Mengajak masyarakat untuk jangan takut untuk divaksin. Ini salah satu solusi untuk lepas dari pandemi," terang drummer Slank, Bimo Setiawan Almachzumi alias Bimbim.
 
Program "Vaksin untuk Indonesia" tayang di Metro TV setiap hari Jumat, pukul 20.05 WIB. Dalam tayangan ini, Slank bukan saja menyuguhkan musik semata, tetapi juga menampilkan perjalanan ke sejumlah tempat dan berinteraksi dengan masyarakat dari berbagai latar belakang sosial.
 

 
(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif