Ilustrasi. Medcom.id/Mohammad Rizal.
Ilustrasi. Medcom.id/Mohammad Rizal.

Polisi Bongkar Perdagangan Orang Berkedok Pijat

Nasional perdagangan manusia
Siti Yona Hukmana • 27 Juni 2019 13:16
Jakarta: Utis Kesdian, 30, ditangkap polisi lantaran diduga telah melakukan tindak pidana perdagangan orang TPPO). Ia beraksi dengan menyediakan jasa layanan pijat plus-plus melalui media sosial.
 
"Tersangka menawarkan jasa pijat plus-plus atau pijat layanan seksual melalui Facebook," kata Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, AKP Faruq Rozi saat dikonfirmasi di Jakarta, Kamis, 27 Juni 2019.
 
Pijat plus-plus dilakukan oleh seorang laki-laki. Setiap pelayanan dipatok dengan harga Rp500 ribu per orang.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Faruq mengatakan, pengungkapan kasus itu bermula saat Unit III Kriminal Khusus (Krimsus) Satuan Reserse Kriminal Polres Pelabuhan Tanjung Priok melakukan patroli cyber di media sosial pada Rabu, 19 Juni 2019. Penyidik menemukan sebuah akun Facebook dengan nama *_PIJIT SENSUAL_* yang dikelola oleh Utis Kesdian.
 
"Menindaklanjuti temuan tersebut anggota opsnal memesan dua orang tukang pijit," ujar Faruq.
 
Baca juga:Polisi Tangkap 8 WN Tiongkok Terkait Perdagangan Manusia
 
Kemudian, pada Rabu, 26 Juni 2019 terjadi kesepakatan polisi dengan Utis (pelaku) untuk pelayanan pijat plus di Hotel kawasan Sunter, Jakarta Utara. Sekitar pukul 19.30 WIB, Utis bersama temannya Wahyudin datang ke hotel untuk memberikan pijat plus-plus.
 
Sekira pukul 20.40 WIB, polisi melakukan penangkapan di kamar nomor 1304 hotel kawasan Sunter, Jakarta Utara itu. Saat penangkapan, didapati saksi dalam keadaan telanjang di dalam kamar hotel.
 
"Selanjutnya pelaku berikut barang bukti dibawa ke kantor Polres Pelabuhan Tanjung Priok guna proses penyidikan," imbuh Faruq.
 
Faruq memerinci barang bukti yang disita, antara lain satu unit handphone Oppo type Joy warna Hitam, uang tunai sejumlah Rp1,3 juta, lima buah kondom, bukti transfer Bank BCA senilai Rp300 ribu, satu lembar Akses Card Hotel, lembar bukti kuitansi/Cash Receipt Hotel dan satu potong celana dalam pria warna biru merk Calvin Klein.
 
Utis saat ini tengah diperiksa intensif oleh penyidik. Ia dikenakan Pasal 2 ayat (1) Undang-undang RI nomor 21 tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang.
 

(MEL)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif