Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Medcom.id/Cindy
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Medcom.id/Cindy

Sanksi Denda Pelanggaran PSBB di DKI Kini Progresif

Nasional dki jakarta Virus Korona PSBB
Cindy • 30 Juli 2020 19:34
Jakarta: Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mulai menerapkan sanksi denda progresif terhadap pelanggar aturan berulang selama pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi. Hal ini sebagai bentuk peningkatan pengawasan dan penindakan terhadap pelanggar aturan PSBB transisi.
 
"Pribadi-pribadi yang melanggar berulang akan mendapatkan denda lebih berat dibanding pelanggaran pertama," ucap Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Kamis, 30 Juli 2020.
 
Sanksi denda progresif juga berlaku bagi perusahaan yang melakukan pelanggaran berulang. Anies menekankan perusahaan yang terus membandel dapat disegel.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu mengimbau masyarakat untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan. Khususnya 3M yakni mengenakan masker dengan benar di mana pun, kapan pun, dan kondisi apapun.
 
"Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir secara rutin serta menjaga jarak minimal satu meter," kata Anies.
 
Baca: PSBB Transisi Diperpanjang Hingga 13 Agustus
 
Dia meminta warga menegur orang yang tidak taat protokol kesehatan. Warga bahkan melapor ke petugas terkait bila orang yang ditegur membandel. Pihaknya menjamin akan memberi sanksi denda atau sanksi kerja sosial terhadap pelanggar.
 
Selain itu, Anies mengimbau warga yang tidak berkepentingan tetap di rumah. Menurut dia, wabah masih ada di tengah-tengah masyarakat. Apalagi kasus baru terus bertambah.
 
"Cara kita selamat lebih banyak berada di rumah. Kalau terpaksa pergi, pastikan tempat kalian berkegiatan kapasitas tidak lebih dari 50 persen," katanya.
 

(SUR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif