Ilustrasi Jakarta. Medcom.id/Nur Azizah
Ilustrasi Jakarta. Medcom.id/Nur Azizah

Setelah Jakarta Berstatus Tanggap Darurat Bencana Korona

Nasional Virus Korona
Renatha Swasty • 21 Maret 2020 08:41
Jakarta: Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menetapkan status Jakarta darurat bencana covid-19 (korona). Langkah ini diambil setelah Ibu Kota menjadi provinsi paling banyak kasus positif korona di Tanah Air sebanyak 224 kasus dengan kematian mencapai 20 orang.
 
Anies memperketat kebijakan di sejumlah lini untuk memaksa warga tetap tinggal di rumah dan berjarak antara satu dengan yang lain. Cara-cara kerja dari rumah atau work from home dan jaga jarak sosial atau social distancing dapat meminimalisasi persebaran virus korona.
 
Dia juga meminta sejumlah kegiatan usaha pariwisata ditutup. Kebijakan ini berlaku 14 hari dan bisa diperpanjang menyesuaikan kondisi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Berikut pembatasan-pembatasan yang diberlakukan:

1. Jam Operasional Transportasi Publik Dibatasi

Layanan transportasi TransJakarta, Moda Raya Terpadu (MRT), dan Lintas Rel Terpadu (LRT) berlaku hanya pukul 06.00 WIB sampai 20.00 WIB. Jumlah penumpang di dalam angkutan juga dibatasi.
 
"Jumlah penumpang berkaitan dengan social distancing dibatasi 60 orang per kereta atau enam rangkaian, satu kereta, 360 orang," terang Direktur Utama PT MRT Jakarta William Sabandar di Gedung Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Jumat, 20 Maret 2020.
 
Pihak TransJakarta juga membatasi jam operasional dan jumlah penumpang. Namun, penumpang yang berada di halte pada pukul 20.00 WIB tetap diangkut.
 
"Angkutan malam hari tak ada per Senin. Kapasitas tiap bus dibatasi. Bus gandeng 60 orang, bus single 30 orang," ujar pelaksana tugas (Plt.) Direktur Utama PT Transjakarta Yoga Adiwinarto.
 
(Baca: Jam Operasional Transportasi Publik di Jakarta Dibatasi)

2. Perusahaan Diminta Kerja dari Rumah

Anies menyerukan pada perusahahan-perusahaan yang belum mempekerjakan karyawan dari rumah segera melakukannya. Dia minta perusahaan menghentikan fasilitas operasional dan tidak melakukan kegiatan di perkantoran.
 
"Bagi perusahaan yang tidak dapat menghentikan total maka diminta mengurangi kegiatan tersebut sampai batas paling minimal. Minimal jumlah karyawannya, minimal waktu kegiatannya, dan minimal fasilitas operasionalnya," kata Anie, Jumat, 20 Maret 2020.

3. Tutup Kegiatan Usaha Pariwisata

Pemprov DKI Jakarta mewajibkan sejumlah kegiatan usaha ditutup sementara. Ada kurang lebih 17 jenis usaha pariwisata yang harus ditutup.
 
"Termasuk kelab malam, diskotek, karaoke, bar, griya pijat, spa, bioskop, biliar, bola gelinding, mandi uap, dan seluncur," kata Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta Cucu Ahmad Kurnia dalam konferensi pers, Jumat, 20 Maret 2020.
 
Seruan ini tertuang dalam Surat Edaran tentang Penutupan Sementara Kegiatan Operasional Industri Pariwisata dalam Rangka Kewaspadaan Penularan Covid-19.
 
(Baca: Jakarta Tanggap Darurat Bencana Korona)
 
Anies meminta masyarakat disiplin bekerja sama mengantisipasi penyebaran virus. Terutama menjaga jarak sosial.
 
Masyarakat dapat menunjukkan tanggung jawab dengan memilih berada di rumah dan tak berkegiatan di luar. Cara ini dapat melindungi diri sendiri dan orang lain.
 
"Bila sebagian tidak melaksanakan ini maka efektivitasnya akan menurun, potensi penyebarannya terus akan meningkat," ujar dia.
 

(REN)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif