Ilustrasi BPJS Ketenagakerjaan - istimewa
Ilustrasi BPJS Ketenagakerjaan - istimewa

127 Ribu Perusahaan di Jakarta Terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan

Nasional bpjs ketenagakerjaan
Insi Nantika Jelita • 23 November 2019 20:07
Jakarta: Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi DKI Jakarta Andri Yansyah mengungkapkan 127.270 perusahaan di Jakarta sudah bergabung dalam program BPJS Ketenagakerjaan. Tenaga kerja dibagi tiga kategori, yakni tenaga kerja penerima upah, tenaga kerja bukan penerima upah, dan tenaga kerja jasa konstruksi.
 
"Ada 4,9 juta tenaga kerja penerima upah di Jakarta sudah memiliki BPJS Ketenagakerjaan. Kemudian, 371.988 tenaga kerja bukan penerima upah, dan 895.260 tenaga kerja jasa konstruksi," ujar Andri di Jakarta, Sabtu (23/11).
 
Andri menerangkan tenaga kerja penerima upah ialah pekerja yang menerima gaji atau upah dari pemberi kerja. Kemudian, tenaga kerja bukan penerima upah ialah pekerja yang melakukan kegiatan atau usaha ekonomi secara mandiri seperti pelaku UMKM.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sedangkan tenaga kerja jasa konstruksi ialah pekerja yang bekerja di bidang konstruksi umumnya terkait proyek. "Hingga Oktober 2019 sebanyak 6,2 juta tenaga kerja di Jakarta telah terdaftar sebagai peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan" jelas Andri.
 
Andri mengaku sering mendapat pengaduan dari masyarakat melalui pegawai pengawas ketenagakerjaan yang berjumlah 58 orang. Ia menjelaskan perusahaan yang sudah terdaftar, pengawas ketenagakerjaan akan melakukan pendataan para pekerja di perusahaan bersangkutan.
 
"Terkadang pengaduannya ada peserta tidak bisa klaim BPJS Ketenagakerjaan," kata dia.
 
Namun, pihaknya kerap menemukan masalah yang melibatkan oknum-oknum perusahaan yang tidak bertanggung jawab. Mereka diketahui tidak menyetorkan iuran BPJS Ketenagakerjaan karyawan atau pegawainya.
 
"Makanya diperlukan pengawasan karena beberapa kali ditemukan di lapangan. BPJS Ketenagakerjaan ini sangat penting buat melindungi para pekerja, termasuk dari segala risiko kecelakaan kerja," tegas Andri.
 

(REN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif