Ilustrasi. Foto: Antara/Oky Lukmansyah
Ilustrasi. Foto: Antara/Oky Lukmansyah

Jakarta Jadi Salah Satu Provinsi Intoleran di Indonesia

Nasional toleransi beragama
Zakaria Habib • 12 November 2019 00:43
Jakarta: DKI Jakarta masuk dalam Kategori Provinsi paling intoleran di Indonesia dalam hasil penelitian SETARA Institute. Dari 10 Provinsi yang banyak terdapat pelanggaran Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (KBB) selama 12 terakhir, Ibu Kota menduduki peringkat nomor 2 setelah Jawa Barat.
 
Wakil Ketua SETARA Institute Bonar Tigor Naispospos mengatakan, indikasi intoleransi di DKI Jakarta dapat dilihat pada Pilkada DKI Jakarta 2017 lalu. Menurutnya pada kontestasi politik saat itu, aksi intoleransi bukan hanya dilandasi atas pemikiran keagamaan yang sempit, melainkan lebih cenderung karena faktor politik dan ekonomi.
 
"Kalau kita lihat pada Pilgub DKI bukan semata-mata karena pemikiran keagamaan yang picik, namun lebih banyak faktor politik dan ekonomi. Yang tidak puas dengan kebijakan gubernur terdahulu," kata Bonar dalam seminar nasional SETARA Institute di Jakarta, Senin, 11 November 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dari hasil penelitian SETARA, dalam 12 tahun terakhir terjadi 2.400 peristiwa pelanggara KBB. Provinsi Jawa Barat tercatat provinsi tertinggi pelanggaran KBB dengan 629 peristiwa.
 
Sementara, Jakarta di posisi kedua tercatat terdapat 291 peristiwa pelanggaran KBB, disusul Jawa Timur dengan 270 peristiwa. Kemudian Jawa Tengah 158 peristiwa, Aceh 121 peristiwa, Sulawesi Selatan 112 peristiwa.
 
Berikutnya Sumatera Utara 106 peristiwa, Sumatera Barat 104 peristiwa, Banten 90 peristiwa, dan terakhir Nusa Tenggara Barat 7 peristiwa.
 
Bangsa Indonesia menurut Bonar memiliki modal sosial yang besar. Adapun paradoks yang terjadi karena politisasi oleh kelompok tertentu yang mengejar kepentingannya sendiri.
 
"Bangsa Indonesia punya modal sosial yang kuat.
Ini (intoleransi) karena dipolitisasi oleh kelompok-kelompok tertentu untuk menumpuk kapital," kata dia.
 

(DMR)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif