Anies Diminta Mediasi Gerindra dan PKS
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Foto: Medcom.id/Intan Yunelia
Jakarta: Gubernur Jakarta Anies Baswedan dianggap bisa menengahi polemik Gerindra dan PKS, terkait kandidat pengganti Wakil Gubernur DKI. Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD DKI Gembong Warsono meminta Anies berinisiatif.

"Ya harusnya gubernur proaktif, koordinasi bersama dua partai menetapkan dua nama," ujar Gembong pada Medcom.id, Kamis, 1 November 2018.

Menurutnya, persoalan pergantian wagub ini terlalu lama berpolemik. Sebab tak ada permintaan pada dua partai pengusung untuk mempercepat pengajuan nama kandidat. Nah, Anies sebagai 'user' punya tanggung jawab moral meminta percepatan tersebut.


Baca: NasDem: Polemik Pergantian Wagub DKI Preseden Buruk

Gembong menyebut Anies sudah sebatang kara memimpin DKI sejak 10 Agustus 2018. Pertimbangan lain, eks Menteri Pendidikan itu tak berasal dari dua partai pengusung. Sehingga tak memiliki kepentingan apapun selain menjalankan roda pemerintahan.

"Harusnya enggak susah, kalau ada kemauan. Karena apa, Anies kan dianggap dua partai itu netral," kata Gembong.

Lebih lanjut, ia meminta agar Gerindra dan PKS tak melanjutkan drama politik. Masalah PKS mematikan mesin politik atau apa pun, seharusnya tak memengaruhi pengajuan kandidat pengganti wagub. Sebab yang utama adalah memastikan pendampingan pemerintahan provinsi.

"Bisa saja bahwa ini gertak sambal untuk bagi-bagi kue, tapi sekali lagi ujung-ujungnya mereka berdua yang menentukan," tandas Gembong.



(YDH)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id