NEWSTICKER
Penyemprotan cairan disinfektan di halte Transjakarta. Medcom.id-Yurike Budiman
Penyemprotan cairan disinfektan di halte Transjakarta. Medcom.id-Yurike Budiman

DKI Anggarkan Rp53 Miliar untuk Penyemprotan Disinfektan

Nasional Virus Korona
Antara • 23 Maret 2020 20:32
Jakarta:Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengalokasikan anggaran Rp53 miliar untuk penyemprotan disinfektan di permukiman. Anggaran diambil dari sisa belanja tak terduga (BTT).
 
"Terkait dengan permintaan banyak masyarakat melalui kelurahan-kelurahan untuk melakukan penyemprotan disinfektan di wilayahnya, saya berkoordinasi dengan Pak Sekda (Saefullah) dan diputuskan bisa dipenuhi support anggaran untuk kegiatan tersebut dengan memanfaatkan BTT," ujar Ketua Komisi A DPRD DKI Jakarta Mujiyono seperti dilansir Antara, Jakarta, Senin, 23 Maret 2020.
 
Penggunaan anggaran BTT telah berketetapan hukum berdasarkanSurat Edaran Mendagri 440/2436/SJ 17 Maret 2020, dan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 4 Tahun 2020 tentang Refocusing Kegiatan, Realokasi Anggaran, serta Pengadaan Barang dan Jasa dalam rangka Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19). Anggaran Rp53 miliar itu belum digunakan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


BTT dari APBD DKI 2020 total Rp188 miliar. Informasi dari Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD), anggaran BTT telah digunakan untuk penanganan banjir Rp5 miliar pada bulan lalu dan Rp130 miliar untuk penanganan covid-19 melalui Dinas Kesehatan.
 
"Sisanya masih ada Rp53 miliar yang bisa digunakan kewilayahan," kata politikus Partai Demokrat itu.
 
Baca:Disinfektan Buat Warga Ibu Kota Sedikit Tenang
 
Menurut dia, setiap permukiman membutuhkan penyemprotan disinfektan. Biaya penyemprotan selama menggunakan kas kelurahan dan swadaya masyarakat, namun banyak perangkat wilayah yang kekurangan anggaran.
 
Di sisi lain, Mujiyono menjelaskan anggaran BTT sebesar Rp130 miliar akan digunakan untuk pembelian APD dan lainnya, bukan penyemprotan disinfektan di kelurahan.
 
"Karena di kelurahan ini ada gugus tugas yang dikoordinir oleh gugus tugas wilayah, dalam hal ini wali kota. Nah, anggaran ini diajukan wali kota agar penyemprotan wilayah pakai BTT," ujar dia.
 

(WHS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif