Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Andri Yansyah - Medcom.id/Nur Azizah.
Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Andri Yansyah - Medcom.id/Nur Azizah.

Dishub DKI belum Tahu Disomasi Ratna

Nasional tilang
Nur Azizah • 09 April 2018 18:51
Jakarta: Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Andri Yansyah tak ambil pusing dengan somasi yang dilayangkan aktivis Ratna Sarumpaet. Hari ini, Ratna menyomasi Dishub lantaran tak terima mobilnya diderek.
 
"Somasi ini kesempatan kepada pemerintah untuk menjelaskan posisi sebenarnya seperti apa. Aturan yang menaunginya seperti apa. Kan kita jadi bisa memberi keterangan," kata Andri ditemui di kantornya, Jalan Jati Baru Raya, Jakarta Pusat, Senin, 9 April 2018.
 
Kendati begitu, Andri mengaku belum menerima somasi tersebut secara tertulis. Ia berjanji bakal menjawab hal-hal yang dipertanyakan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Masalah somasi itu kita belum tahu. Belum lihat (suratnya). Tapi kalau hal itu ditempuh, ya itu kan merupakan hak asasi manusia," tutur dia.
 
Mantan Camat Penjaringan ini menuturkan, parkir dengan menghidupkan mesin mobil sering kali dijadikan modus. Padahal, parkir dengan mesin dihidupkan dan pengendara berada di dalam tetap salah.
 
(Baca juga:Ratna Sarumpaet Somasi Dishub DKI)
 
"Banyak dijadikan modus. Dalam peraturan jelas, pengemudi wajib memasang segitu pengaman dan lampu saat lakukan parkir darurat," terang dia.
 
Dalam Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 Pasal 121 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan dikatakan, parkir di bahu jalan hanya boleh dilakukan saat keadaan darurat. Syaratnya, pengemudi harus memasang segitu pengaman sebagai isyarat.
 
Ratna berkilah mobil yang ditungganginya tidak dalam keadaan terparkir saat dirazia Dishub. Saat itu, dia mengaku sedang berhenti.
 
"Saya berada di dalam mobil dan tidak meninggalkan mobil sehingga posisi tersebut bukanlah parkir melainkan berhenti karena sedang menunggu anak saya yang sudah selesai berolahraga," kata Ratna di Jalan Sabang, Menteng, Jakarta Pusat, Senin, 9 April 2019.
 
Menurut dia, posisi mobil ini sesuai dengan Pasal 1 ayat 16 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas. "Jalan di lokasi mobil saya berhenti, tidak terdapat markah jalan," ungkap Ratna.
 
(Baca juga:Ratna Sarumpaet Berkilah tak Parkir)

 

(REN)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif