Petugas dari Dinas Perhubungan menindak kendaraan yang parkir di area terlarang di sepanjang jalan Pasar Baru, Jakarta Pusat. (Foto: MI/Atet Dwi Pramadia)
Petugas dari Dinas Perhubungan menindak kendaraan yang parkir di area terlarang di sepanjang jalan Pasar Baru, Jakarta Pusat. (Foto: MI/Atet Dwi Pramadia)

Reaksi Emosional Bukti Masyarakat Belum Paham Aturan

Nasional tilang
13 April 2018 12:11
Jakarta: Analis Kebijakan Publik Azas Tigor Nainggolan mengatakan tindakan penderekan yang dilakukan petugas Dinas Perhubungan merupakan salah satu upaya mengurangi kemacetan.
 
Reaksi emosional yang berlebihan membuktikan bahwa tak semua pengguna kendaraan paham terkait aturan lalu lintas terutama soal perparkiran.
 
"Reaksi penolakan itu membuktikan masyarakat belummenangkap betul bagaimana aturannya. Makanya, penindakan harus konsisten dilakukan sebagai bagian dari edukasi dan sosialisasi," ujarnya, dalam Selamat Pagi Indonesia, Jumat, 13 April 2018.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut Azas, jika dilihat hampir semua titik jalan di ibu kota sebagian dari badan jalannya diambil sepihak oleh pengguna kendaraan untuk parkir. Tingkat kemacetan di jalan pun umumnya akibat banyaknya mobil yang terparkir di sisi jalan.
 
Ia menilai penertiban parkir dengan penderekan dapat mengurangi kapasitas jalan yang hampir tiga perempatnya 'termakan' oleh kendaraan yang parkir.
 
"Pada dasarnya kita sedang menghadapi persoalan macet Jakarta, derek itu (upaya) mengurangi kemacetan. Kendaraan yang diangkut, dipindahkan secara paksa tidak lain supaya lebih aman dan tidak mengganggu lalu lintas," jelas dia.
 

 

(MEL)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif