Foto udara lalu lintas kendaraan menuju Jakarta di simpang susun Tomang, Jakarta, saat PSBB, Jumat, 10 April 2020. Foto: Antara/Nova Wahyudi
Foto udara lalu lintas kendaraan menuju Jakarta di simpang susun Tomang, Jakarta, saat PSBB, Jumat, 10 April 2020. Foto: Antara/Nova Wahyudi

Ganjil Genap Diterapkan Kembali Setelah PSBB Berakhir

Nasional Virus Korona sistem ganjil genap PSBB
Siti Yona Hukmana • 02 Juni 2020 23:02
Jakarta: Pemerintah Provinsi DKI Jakarta belum mau menerapkan kebijakan sistem ganjil genap. Pembatasan kendaraan roda empat itu diterapkan tergantung kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).
 
"(Kebijakan) ganjil genap nanti berlaku setelah PSBB berakhir," kata Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Komisaris Besar (Kombes) Sambodo Purnomo Yogo saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa, 2 Juni 2020.
 
Polisi akan berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan dan Transportasi DKI Jakarta sebelum kembali menerapkan kebijakan ganjil genap tersebut. Peniadaan ganjil genap mengakibatkan sejumlah ruas di Ibu Kota padat beberapa hari ini.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Peningkatan jumlah kendaraan diakui Kepala Subdirektorat Pembinaan dan Penegakkan Hukum Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Fahri Siregar. Namun, peningkatan volume kendaraan diklaim tidak signifikan.
 
"Hanya sekitar 4 persen ini di dalam kota," ujar Fahri.
 
Baca: Social Distancing akan Tetap Diberlakukan saat Kenormalan Baru
 
Kebijakan PSBB untuk mencegah penyebaran virus korona (covid-19) di Ibu Kota berakhir Kamis, 4 Juni 2020. Peniadaan ganjil genap juga berakhir Kamis besok.
 
Penerapan PSBB bisa diperpanjang tergantung keputusan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Namun, Anies disebut tak ingin memperpanjang PSBB. Jakarta bersiap menuju penerapan new normal atau tatanan kehidupan baru.
 

(OGI)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif