Terminal Tanjung Priok/Medcom.id/Yurike Budiman.
Terminal Tanjung Priok/Medcom.id/Yurike Budiman.

Perantau Pulang ke Madura via Terminal Tanjung Priok

Nasional dki jakarta Virus Korona
Yurike Budiman • 29 Maret 2020 16:41
Jakarta: Tak sedikit perantau di Jakarta pulang ke kampung halaman di tengah wabah korona atau covid-19. Beberapa tercatat pulang melalui Terminal Tanjung Priok.
 
"Masih ada saja yang ke luar kota sejauh ini, contohnya seperti ke Madura. Tapi orang lebih banyak berangkat itu ke Madura dan Jawa Tengah, ke Pekalongan," kata Kepala Terminal Tanjung Priok, Mulya saat dikonfirmasi, Minggu, 29 Maret 2020.
 
Baca:Jumlah Penumpang Terminal Lebak Bulus Menurun

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Mulya menyebut, mereka yang pulang kampung hanya segelintir saja. Sebab tak ada lonjakan penumpang meski ada isu pelarangan mudik dan penutupan akses ke luar Jakarta.
 
"Tidak ada lonjakan, biasa saja, belum kelihatan (lonjakan)," kata dia.
 
Pihaknya belum mendapatkan informasi lebih lanjut terkait penutupan akses bagi warga dari Jakarta ke luar kota. Mulya hanya mendengar isu lockdown wilayah, namun belum menerima kebijakan resmi terkait hal itu.
 
Perantau Pulang ke Madura via Terminal Tanjung Priok
Masyarakat antri membeli tiket di Terminal Tanjung Priok/Medcom.id/Yurike Budiman.
 
"Memang kemarin ini saya dapat informasi dari daerah, kalau warga Jakarta tidak boleh masuk ya (ke daerah tujuan)," ujar Mulya.
 
Kemarin, Sabtu, 28 Maret 2020 Terminal Tanjung Priok disinggahi 53 bus AKAP (Antar Kota Antar Provinsi) dengan total 158 penumpang. Terminal itu juga telah memberangkatkan 48 bus AKAP dengan total 137 penumpang di hari yang sama.
 
Pemerintah diminta menutup akses dari dan ke luar Jakarta. Sebab, imbauan agar tidak pulang ke kampung halaman di tengah wabah tak digubris masyarakat.
 
"Saya minta jalur transportasi ke berbagai daerah segera ditutup. Sebab, imbauan itu tidak cukup melarang orang mudik, harus ada tindakan," kata Wakil Ketua Komisi IV DPR Dedi Mulyadi kepada Medcom.id, Jakarta, Sabtu, 28 Maret 2020.
 
Kebijakan menutup akses dari dari daerah paling parah terdampak ini penting demi menyelamatkan daerah, khususnya desa-desa yang belum terpapar virus korona.
 

(ADN)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif