Anggota Tim Pakar Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19, Dewi Nur Aisyah. Medcom.id/Theofilus Ifan Sucipto
Anggota Tim Pakar Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19, Dewi Nur Aisyah. Medcom.id/Theofilus Ifan Sucipto

43% Kasus Covid-19 DKI 'Disumbang' Pasien di RS

Nasional Virus Korona
Theofilus Ifan Sucipto • 29 Juli 2020 11:35
Jakarta: Sebanyak 5.477 kasus positif virus korona (covd-19) di DKI Jakarta berasal dari surveilans pasien di fasilitas kesehatan. Angka itu berdasarkan analisis data pada 4 Juni 2020 hingga 26 Juli 2020.
 
“Angka pasien yang datang ke rumah sakit kemudian diperiksa ada 5.477 kasus atau 43 persen dari total kasus,” kata anggota Tim Pakar Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19, Dewi Nur Aisyah, di Gedung Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta Timur, Rabu, 29 Juli 2020.
 
Selanjutnya, kasus terbanyak berasal dari pelacakan kontak erat. Jumlahnya 3.694 kasus atau 29 persen dari total kasus.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Pelacakan ini kalau sudah ditemukan (orang) positif, kemudian ditelusuri siapa kontak eratnya,” terang Dewi.
 
Kemudian, active case finding. Dewi menjelaskan metode ini mencari masyarakat tanpa gejala di lapangan untuk dites covid-19.
 
“Sebanyak 3.567 kasus atau 28 persen merupakan hasil active case finding,” ujar Dewi.
 
Dewi menuturkan hal ini menunjukkan upaya pelacakan di DKI Jakarta cukup tinggi. Apalagi, jumlah active case finding dan pelacakan kontak erat mencapai 57 persen.
 
“Bentuknya surveilans sudah berjalan di angka ini dan sudah lebih dari 50 persen,” tutur dia.
 
Juru bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan lima kota administratif di DKI Jakarta masuk kategori zona merah. Jumlah ini meningkat dibandingkan Minggu, 19 Juli 2020.
 
"Pada Minggu lalu, ada 33 persen atau dua wilayah dengan risiko tinggi atau merah, Jakarta Pusat dan Jakarta Barat. Pada Minggu, 26 Juli ada lima kota di Jakarta yang risiko tinggi," kata Wiku dalam konferensi pers, di Jakarta, Selasa, 28 Juli 2020.
 
Kabupaten Kepulauan Seribu juga masuk zona kuning atau wilayah risiko rendah. Padahal, wilayah tersebut sebelumnya tidak terdampak covid-19.
 
Sebanyak 59 kantor di DKI menjadi klaster baru covid-19 dengan total 375 kasus. Kepala bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Dwi Oktavia, mengatakan bakal melacak kontak dari 59 kantor tersebut.
 

(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif