Ilustrasi. Proses pembuatan SIM. MI/Fransisco Carolio
Ilustrasi. Proses pembuatan SIM. MI/Fransisco Carolio

ITW Sebut Pembuatan SIM Telah Diatur di UU

Nasional Pungli Sim Online
Lukman Diah Sari • 18 September 2021 01:44
Jakarta: Ketua Presidium Indonesia Traffic Watch (ITW) Edison Siahaan menanggapi pembuatan Surat izin Mengemudi (SIM) yang dinilai sulit dan berujung pungutan liar (pungli).  Padahal, kata Edison, pembuatan SIM telah sesuai dengan undang-undang (UU).
 
Edison menjelaskan, pembuatan SIM diatur di UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Dia menerangkan, pemohon perlu melalui beberapa tahapan agar dapat memiliki SIM.
 
"Ga ada persoalan sebenarnya. Memang harus banyak persyaratan yang harus diikuti. Itu kata undang-undang loh," ujar Edison saat dikonfirmasi, Jumat, 17 September 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Edison menyampaikan, SIM adalah kewajiban bagi para pengendara. Dia menegaskan, SIM bukan merupakan hak seseorang yang harus diberikan oleh negara.
 
Baca: 5 Upaya Polda Metro Cegah Pungli di Samsat dan Satpas
 
Dia menuturkan, SIM adalah legitimasi yang diberikan oleh negara terhadap warga sebagai bukti sudah memiliki kompetensi menggunakan kendaraan bermotor di jalan raya. Termasuk, imbuh dia, warga yang memiliki SIM dinilai sudah memahami tentang keselamatan berlalu lintas untuk diri sendiri maupun pengguna jalan lain.
 
“Jadi harus punya perbedaan antara orang yang sudah memiliki SIM dengan yang tidak memiliki SIM, itu sebenarnya. Jadi ga mudah mendapatkan SIM itu," lanjut dia.
 
Sebelumnya, pegiat antikorupsi Emerson Yuntho membuat surat terbuka terkait pelayanan di Samsat dan Satpas yang ditujukan ke Presiden Joko Widodo (Jokowi). Emerson menyebut pungli telah terjadi hampir merata di Samsat dan Satpas seluruh Indonesia.
 
Emerson juga menyoroti perihal urusan pembuatan atau perpanjangan SIM di Satpas. Menurutnya, ujian teori dan ujian praktik dalam proses pembuatan SIM kerap tidak masuk akal dan transparan.
 
"Dengan model ujian praktik seperti ini, publik percaya Lewis Hamilton akan gagal mendapatkan SIM A dan Valentino Rossi juga tidak mungkin memperoleh SIM C di Indonesia," ungkapnya.
 
(LDS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif