Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, Kombes Adi Deriyan. Foto: MI/Adam Dwi.
Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, Kombes Adi Deriyan. Foto: MI/Adam Dwi.

Polisi Buru Perekam Video Porno

Nasional pornografi
Arga sumantri • 31 Mei 2018 08:33
Jakarta: Subdirektorat Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Metro Jaya masih menyelidiki kasus beredarnya video porno diduga mirip anggota DPR RI dari Fraksi Gerindra. Video itu belakangan viral di media sosial.
 
Direskrimsus Polda Metro Jaya Kombes Adi Deriyan mengatakan, selain mengidentifikasi orang-orang yang ada dalam video itu, polisi juga memburu penyebarnya.
 
"Ketika seseorang melakukan pengambilan gambar dalam wujud pornografi, dia seharusnya sadar. Bahwa media ini bisa diakses, dibuka oleh orang," kata Adi di Markas Polda Metro Jaya, Rabu, 30 Mei 2018.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Adi mengatakan, perekam sekaligus penyebar video itu bisa kena jerat Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik. Sebab, perekaman maupun penyebaran video itu diduga dilakukan secara sadar.
 
"Makanya dia dengan sadar melakukan itu semuanya, ya sebetulnya kalau itu terpublishkan, terinformasikan ke masyarakat, bisa dikenakan UU ITE," ujarnya.
 
Manurut Adi, polisi mulai melakukan penyelidikan sejak rekaman video porno itu viral di jagat maya. Tipe penyelidikan kasus itu menggunakan laporan polisi model A atau berdasarkan temuan polisi dan tanpa harus ada pengaduan.
 
"Ini kita bekerja berdasarkan temuan, ada model A, model B. Dia boleh membuat laporan sendiri," jelasnya
 
"Jadi tidak harus (laporan) datang dari masyarakat, kecuali deliknya aduan. Delik aduan itu penistaan, kemudian perzinahan itu delik aduan. Kalau enggak delik aduan, delik biasa, murni. Kita boleh lakukan proses ini," tambah Adi.
 
Sebelumnya, Ketua DPP Partai Gerindra Ahmad Riza Patria telah membantah sosok lelaki dalam video yang dianggap meresahkan angggota DPR RI dari partainya.
 
Baca: Menyoal Pornoaksi di Ruang Publik
 
Riza mengatakan beredarnya video porno karena bertepatan dengan tahun politik. Dia memprediksi itu hanya untuk menjatuhkan kredibilitas partainya.
 
"Soal video itu, sudah berkali kali kami sampaikan bahwa itu tidak benar, tidak betul, fitnah. Kami memahami ini tahun politik. Jadi di tahun politik itu semuanya ada saja yang di ekspose ke publik ke media," kata Riza, Senin, 28 Mei.
 
Riza juga meminta publik tidak memakan mentah-bentah berita soal video porno itu. “Masyarakat bijak melihat semua pemberitaan. Harus teliti, harus cermat dan tidak ditelan mentah-mentah," ungkap Riza.
 

 
(FZN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif