Anies Sebut DPRD DKI tak Berpihak Rakyat Kecil
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Medcom.id/ M Sholahadhin Azhar
Jakarta: Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyayangkan sikap DPRD DKI yang menolak Penyertaan Modal Daerah (PMD) PT PAM Jaya. Pasalnya PMD akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat.

Ia menyebut akses air bersih warga DKI baru sekitar 40 persen. Selebihnya masyarakat harus membeli air untuk memenuhi kebutuhannya.

"Makanya sangat disayangkan Dewan bersikap seperti itu. Yang lebih disayangkan adalah pipa ini buat rakyat kecil yang hari ini tidak punya air bersih," kata Anies di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat, 21 September 2018.


Forum Badan Anggaran DKI Jakarta menolak usulan PMD PAM Jaya lantaran masih bersengketa dengan PT Aetra Air Jaya soal swastanisasi air. Namun Anies tidak menerima alasan tersebut.

"Kan sudah keluar putusan MA yang menyatakan swasta sudah tidak boleh. Tapi memang masih proses Remunisipalisasi. Kalau mau nunggu ini (selesai) bisa lima tahun lagi, tidak ada pipa," ungkap Anies.

Mantan Mendikbud ini menilai tindakan DPRD tidak berpihak pada rakyat kecil. "Rakyat membutuhkan air bersih dan sikap menolak itu adalah tidak mementingkan rakyat yang kebanyakan berada di bawah," kata dia.

Di usualan rancangan APBD Perubahan 2018, PT PAM Jaya mengajukan PMD sebesar Rp1,206 triliun. Rencananya anggaran tersebut akan digunakan untuk pembangunan pipa distribusi dan retikulasi wilayah Barat dan Utara sebesar Rp150 miliar, penyediaan air bersih Rp150 miliar, dan relokasi jaringan pipa terdampak proyek Rp116 miliar.

Lalu untuk membiayai SPAM Pesanggrahan dan Ciliwung Rp650 miliar. Serta anggaran reinforcment dan extension jaringan transmisi distribusi sebesar Rp275 miliar.



(SCI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id